Kriminalitas Tanahlaut

Sempat Heboh Pembakar Umbul-umbul Merah Putih di Bajuin, Ini Putusan Hukumannya

Putusan majelis hakim yang dibacakan hakim ketua Leo Mampe Hasugian itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum

Sempat Heboh Pembakar Umbul-umbul Merah Putih di Bajuin, Ini Putusan Hukumannya
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Polisi mengamankan tiang umbul-umbul merah putih milik Pemerintahan Desa Bajuin dan Pemerintahan Desa Sungaibakar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Dua terdakwa pelaku pembakar umbul-umbul merah putih, Heri Aviannor alias Anang Ungut (23) dan Hendra Irawan alias Asang (24), diputus majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari, masing-masing pidana penjara delapan bulan.

Putusan majelis hakim yang dibacakan hakim ketua Leo Mampe Hasugian itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, yaitu pidana penjara sepuluh bulan.

Jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Indra Surya Kurniawan mengaku tidak melakukan banding karena menilai putusan majelis hakim sudah layak.

Baca: LIVE STREAMING Madura TV Persija Jakarta Vs Kedah FA di Suramadu Super Cup 2018 Jam 19.00 WIB

Baca: Masih Ingat Fredrich Yunadi Mantan Pengacara Setya Novanto, Ini yang Dilakukan KPK Kepadanya

Seperti diwartakan pembakaran bendera umbul-umbul berwarna merah putih di Jembatan Bayur RT 4 Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, Provinsi Kalimantan Selatan, menghebohkan warga Desa Bajuin.

Bahkan, polisi harus dua kali melakukan olah tempat kejadian perkara karena tidak ada satu pun saksi yang mengetahui siapa pelaku pembakar umbul-umbul bendera merah putih.

Kerja keras polisi membuahkan hasil, dua pemuda yang dicurigai tidak berada di Desa Sungaibakar Kecamatan Bajuin. Desa yang bertetangga dengan lokasi peristiwa pembakaran bendera umbul-umbul berwarna merah putih.

Baca: Alamak, Harga Nila Goreng Rp 135 Ribu, Rumah Makan di Banjarbaru Langsung Viral, Ini Kata Warganet

Tokoh masyarakat di Desa Sungaibakar dan aparatur Pemerintah Desa Sungaibakar Kecamatan Bajuin menyerahkan kedua pelaku kepada polisi.

Polisi kemudian menetapkan sebagai tersangka karena melanggar pasal 66 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Juncto pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP atau dakwaan kedua melanggar pasal 170 ayat (2) kesatu KUHP karena melakukan pengrusakan benda milik orang lain. (tar)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help