Berita Banjarmasin

Ada Apa, Telah Direnovasi Tapi Pedagang Yang Isi Kios Pasar Ksatrian Tak Sampai Separo?

Dari puluhan kios, tidak lebih separonya yang berisi. Itu pun hanya pada beberapa yang dianggap sebagai tempat strategis.

Ada Apa, Telah Direnovasi Tapi Pedagang Yang Isi Kios Pasar Ksatrian Tak Sampai Separo?

BANJARMASINPOST.CO.ID - Banyak kios yang kosong, begitulah kondisi Pasar Kesatrian, Jalan Veteran, Banjarmasin, pascadibangun atas kerja sama Kementerian Perdagangan dengan Pemko Banjarmasin. Sumber dananya dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Pantauan Selasa (9/1/2018), dari puluhan kios, tidak lebih separonya yang berisi. Itu pun hanya pada beberapa yang dianggap sebagai tempat strategis. Sedangkan puluhan lainnya tutup dan banyak yang bertuliskan disewakan.

Jalan gang pasar, berbeda lebarnya dengan gang yang lain. Ada yang hanya sekitar 50 sentimeter, ada yang lebar lebar dan bisa dilewati kendaraan roda dua.

Baca: Disdik Ingatkan SMP yang Menumpang UNBK Sekolah Lain Tak Perlu Khawatir Soal Biaya

Tukang jahit yang menempati salah satu kios di pasar tersebut, Junaidi, mengatakan, dulu cukup ramai. Tetapi, itu sebelum dibangun pemerintah baru-baru ini. Setelah dibangun tersebut, justru banyak pedagang yang memilih untuk pindah dan menyewakan kiosnya.

"Mereka yang pindah karena merasa di sini sepi. Jalannya dirasa sempit. Beda dengan kios-kios yang di gang sebelah, ukurannya agak besar," ucap lelaki tersebut.

Ia juga mengatakan, sebulan setelah selesai dibangun pemerintah, masih ada pedagang yang berjualan. Mulai dari pedagang baju hingga fotokopian. Akan tetapi karena sepi dan jalan gang yang dirasa sempit, satu per satu mulai pindah. Dan di antara mereka, memilih menyewakan kiosnya. Namun, itupun jarang sekali ada yang menyewa. Kalau pun ada, hanya bertahan dalam hitungan minggu.

Baca: Enam SMP Tak Siap Gelar UNBK, Ini yang Akan Dilakukan Disdik Kota Banjarmasin

Kadis Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Khairil Anwar, pasar itu milik Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Memang kami renovasi. Sebelumnya, becek, kotor dan kumuh. Itu sebelum saya menjabat. Setelah direvitalisasi, jumlahnya 279 unit kios, dibuat menjadi bersih dan nyaman. Semua pedagang mendapatkan kios dan gratis tanpa ditebus,” bebernya.

Baca: Harga Beras Jawa Alami Kenaikan di Atas HET Rp 500 Per Kg, Beras Lokal Tak Alami Gejolak

Untuk sejumlah kios kosong, kata dia, namanya pasar karena kumuh dan kayu kemudian dibangun menjadi beton secara otomatis ada penyempitan.

“Menurut saya, itu tinggal menempati saja lagi, tanpa menebus, entah sempit atau lebar. Soal rezeki, ditangan Tuhan. Selain itu, Dinas Perdagangan juga telah mengimbau kepada pedagang untuk menempati kios karena sangat disayangkan apabila kosong,” harapnya. (ell)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved