BanjarmasinPost/

Kriminalitas Banjarbaru

Digerebek Satpol PP Jual Minuman Keras, Rambo Berdalih Jaga Warung Tuak Paman

Rambo pun langsung mengadang kedatangan personel, Senin (8/1), padahal hari sudah begitu larut malam saat itu.

Digerebek Satpol PP Jual Minuman Keras, Rambo Berdalih Jaga Warung Tuak Paman
Harian Metro Banjar Edisi Rabu (10/1/2018) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Belasan Personil Satpol PP Banjarbaru menggerebek Warung Damon, Karanganyar, Guntungpayung, Banjarbaru. Rambo pun langsung mengadang kedatangan personel, Senin (8/1/2018), padahal hari sudah begitu larut malam saat itu.

Nama lengkapnya Rambo Manalu, umurnya masih 21 tahun. Perawakannya tidak atletis seperti sosok Rambo sesungguhnya yang diperankan Silvester Stallone. Saat diamankan satpol PP pun, Rambo hanya pasrah.

Warga Kruing Indah RT 8, Guntungmanggis, Landasanulin ini mengaku dia hanya menjagakan warung tuak milik pamannya. Rambo mengaku baru jualan tuak dari akhir Desember 2017. Tapi sebenarnya pemilik warung yang tak lain paman Rambo, Josua sudah sejak enam bulan lalu jualan.

"Paman pulkam ke Sumatera Utara. Jadi menggantikan berjualan selama paman tidak ada," katanya.

Baca: Sebelum Beraksi, Pencuri Uang Rp 100 Juta Milik Nasabah Bank Ini Lakukan 15 Kali Pengintaian

Dari pengakuan Rambo, dia jual Rp 10 ribu untuk tiap satu plastik kemasan satu liter.

Masih menurut Yanto, tuak yang dijual Rambo merupakan tuak asli. Bukan tuak oplosan yang dicampur dengan minuman energi.

Warung Damon berada di lingkungan padat penduduk, posisinya hanya sekitar 20 meter dari SPBU di kawasan itu.
Berdasar informasi masyarakat, sistem jual tuak yang dilakoni Rambo tidak minum ditempat. Tapi hanya jual tuak kemudian pelanggan bawa pergi, dibungkus.

Baca: Sopir Taksi Online Desak Pernyataan Wakil Wali Kota Dicabut karena Memicu Aksi Sweeping Sopir Angkot

"Hasil giat kami sita 21 kantong plastik isi 1 liter. Satu jeriken warna biru isi 15 liter tuak siap jual, jadi barang bukti," ucap Plt Kasatpol PP Banjarbaru Marhain Rahman melalui anggota Penyidik PNS, Yanto Hidayat, Selasa (9/1/2017).

Ditambahkannya, dari pengakuannya, tuak itu dkirim dari Pelaihari, Tanahlaut dan sudah jadi siap jual.
Ditambahkan Marhain, warung penjual tuak di Banjarbaru masih saja ada yang kucing-kucingan jual. Menurut data Satpol PP Banjarbaru lokasi rawan penjualan tuak seperti kawasan Trikora, Guntung manggis, Balitan, Karanganyar dan Landasanulin.(kur)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help