Berita Kotabaru

Izin Perusahaan Tak Diperpanjang, Tokoh Masyarakat Cemas Pulau Sebuku Kembali ke Zaman Dulu

Mulai dari aparatur desa, tokoh masyarakat Pulau Sebuku, Kecamatan Pulau Sebuku Kotabaru terus digelayuti perasaan cemas.

Izin Perusahaan Tak Diperpanjang, Tokoh Masyarakat Cemas Pulau Sebuku Kembali ke Zaman Dulu
istimewa
Kantor Desa Ujung (Tanjung Mangko), Kecamatan Pulau Sebuku. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Mulai dari aparatur desa, tokoh masyarakat Pulau Sebuku, Kecamatan Pulau Sebuku Kotabaru terus digelayuti perasaan cemas. Kecemasan mereka khawatir, kondisi Pulau Sebuku kembali ke jaman dulu atau di bawah tahun 2004 silam.

Kecemasan mereka menyusul ancaman kembali terpuruknya perekonomian masyarakat di beberapa desa di kecamatan yang terpisah dari kecamatan lainnya di Kotabaru ini.

Bukan sekadar ancaman. Namun, keterpurukan perekonomian warga dan lajunya perkembangan pembangunan desa dipastikan melamban.

Baca: Pekan Pertama 2018, Polda Kalsel Berhasil Ungkap Dua Kasus, Point Kedua Jadi Perhatian Presiden

Baca: Keren! Kalsel akan Punya Jembatan Sistem Penyangga Tunggal Pertama di Indonesia, Ini Penampakannya

Baca: Didesak Setop Penenggalaman Kapal, Menteri Susi: Yang Keberatan, Silakan Usul ke Presiden

Bahkan perekonomian masyarakat yang sejak di atas tahun 2004 terdongkrak. Seperti perdagangan, penyewaan rumah yang mulai belasan tahun menggeliat bakal lumpuh.

Muhammad Amin, salah seorang tokoh masyarakat Pulau Sebuku memastikan, bukan tidak mungkin perekonomian masyarakat kembali terpuruk bila perusahaan yang selama ini beroperasi di wilayah mereka berhenti operasional.

Menurut Amin, akan berhentinya operasional perusahaan selain berdampak pada geliat ekonomi masyarakat. Tapi 70 persen lebih warga lokal kembali menjadi pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca: Diamankan Satgassus Pangan, Tak Mudah Mencabut Izin Usaha Beras H Boy, Ini Penyebabnya

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help