Berita Banjarmasin

Mantan Ketua Kadin Kalsel Ini Undang Pengajian Perempuan di Rumahnya

Kedatangan para ibu-ibu dari berbagai majelis taklim itu langsung disambut tuan rumah, H Aliansyah atau dikenal H Acut.

Mantan Ketua Kadin Kalsel Ini Undang Pengajian Perempuan di Rumahnya
Banjarmasinpost.co.id/Hasby Suhaili
Sejak pukul 08.00 wita, ibu-ibu pengajian mendatangi kediaman mantan Ketua Kadin Kalsel, H Aliansyah di Jalan Cempaka VI Banjarmasin, Rabu (10/1). 

BANJARMASINPOST.CO.ID— Sejak pukul 08.00 wita, ibu-ibu pengajian mendatangi kediaman mantan Ketua Kadin Kalsel, H Aliansyah di Jalan Cempaka VI Banjarmasin, Rabu (10/1/2018). Hingga pukul 10.00 wita, rombongan terus berdatangan menumpang taksi angkutan kota kuning-kuning.

Kedatangan para ibu-ibu dari berbagai majelis taklim itu langsung disambut tuan rumah, H Aliansyah atau dikenal H Acut. Dibantu beberapa orang anak buahnya, mempersilakan mereka yang datang duduk mengisi kursi yang disedikan.

Seorang perempuan langsung membagikan kerudung berwarna kuning yang merupakan simbol dari Partai Golkar. Panitia yang merupakan anak buah H Acut juga mengenakan kaos kuning berlogo Partai Golkar.

Begitu semua kursi terisi, langsung dimulai pembacaan maulid Habsyi yang dipimpin KH Arifin dan KH Ilyas serta KH Haderawi.

Didampingi para ulama, Pria pernah menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani Rakyat, masa bakti 2010-2015 itu dihadapan jamaah menyampaikan pidato.

Baca: Warga Banjar Harus Waspada, Bocah Martapura Timur Diduga Terserang Difteri

H Acut meminta Presiden Jokowi memberdayakan Antasari Azhar dalam lembaga hukum negara. Dirinya menilai mantan Ketua KPK itu yang sangat berani dalam memberantas korupsi.

“Sebagai warga negara Indonesia tentu berkewajiban mendorong dalam penegakan hukum dan mengembalikan citra pemerintah dalam bidang hukum,” kata H Acut.

Menurutnya, Antasari Azhar bisa membantu percepatan penegakan hukum, saat ini memang sudah cukup baik memberantas korupsi, tetapi perlu lebih cepat lagi dengan memberdayakan Antasari Azhar.

Hal ini penting karena, mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, selain dikenal penegak hukum yang konsisiten juga berani dalam mengambil resiko dalam menegakan kebenaran di Indonesia.

Dirinya mengapresiasi apa yang telah dilakukan dalam pembersihan korupsi yang telah dilakukan selama ini. Kembali ditegaskanya, jika pemerintah ingin mendorong percepatan tentu saja harus dibantu seperti sosok mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang terobosan dan keberaniannya tak diragukan hanya karena tersandung politik karier mantan Jaksa yang berani ini harus berakhir.

Seusai menyampaikan pidato singkatnya, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh KH Haderawi.

Penulis: Hasby
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved