Berita Banjarmasin

Satuan Ukuran Penjualan Beras antara Kilo dan Liter Jadi Perhatian Ombudsman Kalsel

Ombudsman Kalsel bersama Divre Bulog Kalsel, Tim Kementerian Perdagangan dan Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel

Satuan Ukuran Penjualan Beras antara Kilo dan Liter Jadi Perhatian Ombudsman Kalsel
Istimewa
Ombudsman Kalsel bersama Divre Bulog Kalsel, Tim Kementrian Perdagangan dan Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, kembali melakukan kunjungan ke pasar-pasar tradisional, Rabu (10/1/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ombudsman Kalsel bersama Divre Bulog Kalsel, Tim Kementerian Perdagangan dan Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, kembali melakukan kunjungan ke pasar-pasar tradisional, Rabu (10/1/2018).

Kunjungan termasuk ke posko Operasi Pasar yang dibuka oleh Divre Bulog Kalsel.

Kunjungan bersama tim dari Kementerian Perdagangan ini merupakan kelanjutan dari kunjugan Ombudsman hari sebelumnya, untuk memastikan ketersediaan beras di pasaran seperti dalam rilis Ombudsman Kalsel yang diterima Bpost Online.

"Sejumlah temuan Ombudsman terkait Operasi Pasar yang dilakukan Divre Bulog Kalsel, antara lain; harga beras di pasaran masih stabil, stocknya cukup dan pedagang menjual dengan harga variatif tergantung jenis dan kualitas beras," kata Kepala Ombudsman Perwakilan Kalsel Noorhalis Majid.

Baca: Jadwal Liga Inggris Pekan 23, Liverpool vs Manchester City Siaran Langsung RCTI

Harga beras premium antara Rp.7.000 sampai dengan Rp. 13.000,-/liter; Bulog melakukan Operasi Pasar dengan menjual Beras, minyak goreng dan gula pasir, harganya lebih rendah dari harga pasar. Beras medium harganya Rp. 8.100 dengan HET Rp. 9.850,-/Kg.

Sedangkan Gula dan minyak goreng, dijual dengan harga Rp. 12.000,-

Sebagian besar masyarakat membeli beras premium. Terutama beras lokal. Alasannya karena beras lebih putih dan bersih bila dibandingkan dengan beras Bulog, walaupun harganya lebih mahal.

Ombudsman menemukan, beras Bulog yang dititipkan pada sejumlah pedagang di pasar, diletakkan di bagian belakang, alasannya belum mengetahui harga jualnya, sehingga belum berani menawarkan.

Ada juga yang beralasan belum laku, dengan alasan kualitasnya lebih rendah dan masyarakat lebih memilih beras premium.

Halaman
12
Penulis: Rahmadhani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help