Berita HSU

Atap Bocor dan Musala Jadi Perhantian Bupati Wahid Saat Blusukan ke Pasar Amuntai,

Namun sayangnya kondisi fisik Pasar induk Amuntai masih perlu pembenahan. Seperti perbaikan atap yang sudah mulai bocor.

Atap Bocor dan Musala Jadi Perhantian Bupati Wahid Saat Blusukan ke Pasar Amuntai,
HO/Humas Pemkab HSU
Bupati HSU Abdul Wahida saat meninjau kondisi pasar Amuntai, HSU. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Pasar Induk Amuntai merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Berbagai macam barang dagangan tersedia di bangunan sebanyak tiga lantai ini.

Saat ini pasar induk amuntai memiliki 931 petak yang terdiri dari toko dan meja 403 petak berada di lantai satu, 397 petak berada di lantai dua sedangkan sisanya berada diluar bangunan pasar. Lantai tiga khusus untuk mushola.

Namun sayangnya kondisi fisik Pasar induk Amuntai masih perlu pembenahan. Seperti perbaikan atap yang sudah mulai bocor.

Baca: Rumah dan Kantor Ekspedisi Karyati Disinggahi Si Jago Merah, Keluarga Sedih

Bupati HSU Abdul Wahid juga sempat melakukan blusukan ke pasar induk amuntai untuk mengetahui kondisi pasar, selasa (09/01).

Atap bocor pun menjadi perhatiannya dan meminta untuk segera dilakukan perbaikan, terlebih saat hujan air tetesan dari atap masuk ke pasar dan membasahi lantai sehingga mengganggu pedagang dan pembeli.

Wahid juga memberi perhatian pada beberapa toko yang tampak kosong tak ada yang memanfaatkan, dalam kunjungan yang juga diikuti oleh Plt Disperindagkop ini juga disampaikan perlu adanya jalan keluar untuk memanfaatkan kembali toko yang kosong tersebut.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Madura TV Persija vs Persela, Kans Geser Madura United di Suramadu Cup 2018

"Kebersihana juga harus dijaga, di sekitar mushola harus segera dibersihkan dan atapnya diperbaiki, perlu diciptakan lingkungan yang bersih terlebih ini tempat ibadah," ujarnya kepada Kepala UPT Pasar induk Amuntai Amiruddin.

Terpisah Plt Kepala Diskuperindag HSU Kaberi mengatakan pihaknya memang telah menyediakan anggaran untuk perbaikan dan perawatan. "Sebagian sudah diperbaiki pada tahun 2017, dan tahun ini memang akan kami lanjutkan kembali," ungkapnya, Kamis (11/01)

Baca: Dikepung Tiga Tim Liga 1 di Grup B Piala Presiden 2018, Ini Kata Pelatih Martapura FC

Anggaran pemeliharaan yang tersedia untuk satu tahun sebesar Rp 150 juta, termasuk diantaranya perbaikan mushola. Pihaknya akan berkoordinasi dengan UPT mengenai prioritas perbaikan yang dilakukan.

Menyinggung masalah toko kosong awalnya toko tersebut adalah warung makan. Namun karena letaknya di lantau dua dan dipojok mulai sepi pembeli hingga saat ini tersisa dua warung makan saja. "Kami masih akan melakukan koordinaei mengenai pemanfaatan toko kosong tersebut," ungkapnya.

Bupati dalam kunjungannya di dampingi Plt Kadis Pekerjaan umum, penataan ruang dan pertanahan, Plt Kadis Perindagkop, Kadis Perumahan, kawasan pemukiman dan lingkungan hidup, Kabag Humas dan Protokol dan Kepala UPT Pasar Amuntai. (*)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved