Kriminalitas HST

Kurir Sabu Terjebak Penyamaran Polisi, Mengaku Dapat Rp 100 Ribu Per Ngantar Paket

atu lagi tersangka penyalahgunaan narkotika di ringkus Satuan Reserse Narkoba Polres Hulu Sungai Tengah.

Kurir Sabu Terjebak Penyamaran Polisi, Mengaku Dapat Rp 100 Ribu Per Ngantar Paket
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo (berdiri kedua dari kiri), didampingi Wakapoles Kompol Sarjaini dan KAsatres Narkoba AKP Maturidi, saat Press Reliase di Ruang Lobi Kantor Polres HST, Kamis (11/1/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Satu lagi tersangka penyalahgunaan narkotika di ringkus Satuan Reserse Narkoba Polres Hulu Sungai Tengah. Dia adalah, seorang remaja, Wahyudi alias Adi (22).

Buruh angkut batu dan pasir yang juga warga Jalan Kesatria, Desa wawai,  Kecamatan Batangalai Selatan, HST ini, tertangkap tangan saat traksaksi jual beli sabu.

Dia tertangkap polisi yang sedang melakukan penyamaran sebagai pembeli, di jalan Merdeka,  belakang stadion Murakata, Mandingin, Kecamatan Barabai, Rabu 10 Januari 2018, sekitar pukul 15.00 Wita.

Saat itu, Adi menyerahkan pesanan dari seseorang, yang ternyata adalah anggota Satres Narkoba Polres HST. Bukannya dapat uang, Adi malah ditangkap dan dibawa ke Mapolres HST.

Baca: 2 Predator Anak, Salah Satunya Sudah Kakek Dibekuk Polres Banjarbaru, 10 Kali Cabuli Korban

Dari Adi, polisi yang bertugas saat itu menyita satu korek api yang ada tulisan angka satu, satu telepon genggam merek Nokia, satu sepeda motor Honda vario Nopol DA 6744 KW serta satu paket sabu dibungkus pkastik bening klep dengan berat kotor 0,21 gram.

Kapolres HST, AKBP Sabana Atmojo, didampingi Wakapolres Kompol Sarjaini, Kasatres Narkoba AKP Maturidi serta perwira lainnya, saat press realise Kamis (11/1/2018) menjelaskan, sebelum penangkapan, anggota Satres  Narkoba mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa yang bersangkutan sering transaksi narkoba. Tempat transaksi , di belakang stadion Murakata, Mandingin, Barabai.

Baca: Atap Bocor dan Musala Jadi Perhantian Bupati Wahid Saat Blusukan ke Pasar Amuntai,

“Setelah dilakukan penyelidikan, anggota kami melakukan penyamaran hingga kahirnya berhasil menjebak tersangka,”jelas Kapolres.

Saat dilakukan tangkap tangan, anggota Satnarkoba tadi berhasil mengamankan tersangka, beserta satu paket Sabu  yang di bungkus plastik klep bening dengan berat kotor 0,2 gram. Sabu tersebut, dimasukkan dalam kotak korek api yang disimpan di dalam kantong celana depan sebelah kiri.

“Sampai sekarang, tersangka masih dimintai keterangan oleh penyidik. Penyidik juga masih melakukan pengembangan hasil penyidikan,”jelas Sabana. Diapun mengimbau warga HST, agar segera melaporkan ke Polres atau Polsek terdekat, jika menemukan atau mengetahui ada transaksi narkoba di lingkungan tempat tinggalnya, dan pelapor akan dirahasiakan.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Madura TV Persija vs Persela, Kans Geser Madura United di Suramadu Cup 2018

Mengenai asal barang, tersangka Adi, saat ditanya menyatakan tidak mengetahui. Adipun mengaku hanya kurir yang mengantarkan pesanan pelanggan. Dia mengatakan, mengetahui risiko pekerjaannya itu, namun tergiur keuntungan yang diperoleh, yaitu Rp 100 ribu per sekali antar.

Namun, saat ditanya berapa lama dia menjadi kurir, Adi berkelit baru sekali ini pernah mengantar sabu. Meski mengaku kurir, Polres HST tetap menjeratnya dengan pasal yang sama dengan pengedar, yaitu pasal 114 ayat (1) Sub pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor  35 Tahun 2009, tentang Narkotika. Ancaman hukuman maksimalnya, lebih 10 tahun penjara.(Banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help