Berita Banjarmasin

Riyanti Ingin Sumbang Emas Untuk Indonesia di Paragames 2018

Kalsel kembali menyumbangkan atlet National Paralimpic Comunity (NPC) untuk tampil di multievent 3Th Asian Paragames 2018

Riyanti Ingin Sumbang Emas Untuk Indonesia di Paragames 2018
via BANJARMASINPOST.co.id/mariana
(Sumber foto: ist/Riyanti) Kontingen NPC Kalsel sebelum bertolak ke Pelatnas di Solo, Jawa Tengah. Foto dirilis Kamis (11/1/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kalimantan Selatan kembali menyumbangkan atlet National Paralimpic Comunity (NPC) untuk tampil di multi event 3Th Asian Paragames 2018 di Jakarta Indonesia, 6-13 Oktober mendatang.

Hal tersebut terbukti dengan dipanggilnya 19 atlet NPC Kalsel oleh PP NPC mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).

Ke 19 atlet tersebut yakni Yahya, Setyo Budi Hartato, Ahmad Fauzi, Warnia dan Seriwati Karmariah yang bertanding pada cabang atletik

Tryani cabang olahraga menembak, Janawi dan Dhedi Setiawan cabang olahraga Golball.

Baca: Jadwal Siaran Langsung RCTI Indonesia Selection vs Islandia di Maguwoharjo, Terpesona Yogyakarta

Tryagus Arif Rahman dan Syaiful Anwar cabang balap sepeda, Suranto, M Ali, Umar, Abdul Hamid dan Jarwati cabang olahraga panahaan, Suriansyah, Iberamsyah, Riyanti dan Nor Ainah pada cabang olahraga renang.

"Ke 19 atlet tersebut diselanggarakan di Solo mulai tanggal 11 sampai dengan 4 Oktober 2018," kata Supian panasehat NPC Kalsel, kemarin.

Riyanti atlet renang andalan NPC Kalsel bertekad akan memberikan terbaik buat Indonesia.

"Target saya ingin menyumbang emas buat Indonesia karena di Pelatnas ini saya bisa mengembangkan diri saya bisa lebih bagus lagi," kata Riyanti.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Madura TV Persija vs Persela, Kans Geser Madura United di Suramadu Cup 2018

Wakil ketua II Bid Binpres NPC Kalsel Supian berharap atlet yang masuk Pelatnas bisa menjaga kondisi, tetap rendah hati, serius berlatih serta mengikuti intruksi yang diberikan pelatih.

Hal tersebut menurutnya, karena dalam pelatnas tersebut atlet masih diberlakukan sistem degradasi yang mana atlet Pelatnas yang tidak bisa menjaga kondisi, sakit dan tidak bisa meningkatkan perform akan kena degradasi atau dikembalikan ke daerah asalnya. (*)

Penulis: Burhani Yunus
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help