Berita HSS

7 Anggota Dewan Pendidikan HSS Tinggal Dilantik, Ini Nama-namanya

Dewan pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Selatan periode 2018-2023 sudah terpilih tujuh anggotanya.

7 Anggota Dewan Pendidikan HSS Tinggal Dilantik, Ini Nama-namanya
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Kepala Dinas Pendidikan HSS Nordiansyah 

BANJARAMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Dewan pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Selatan periode 2018-2023 sudah terpilih tujuh anggotanya.

Berdasarkan data hasil seleksi yang sudah dilakukan oleh panitia seleksi dewan pendidikan periode 2018-2023 akhirnya menetapkan tujuh nama yang lolos menjadi anggota Dewan Pendidikan HSS.

Tujuh nama yang lolos seleksi itu yakni Farida Ariyani, H Birhasani, HM Asryad, Hj Maimunah, H Rasidi, Dewi Aprilia dan Totok Kusworo.

Baca: Tolak Tambang di HST, Orpala Garimbas Siap Ikut Menggugat, Tawaran Masdari Tasmin Disambut Antusias

Mereka sudah dinyatakan lolos pada seleksi terakhir saat seleksi wawancara pada 26 Desember 2017 lalu.
Kepala dinas pendidikan HSS Nordiansyah mengatakan bahwa tujuh nama yang terpilih menjadi Dewan Pendidikan HSS selanjutnya akan dilantik oleh Bupati HSS.

"Kepengurusan Dewan Pendidikan HSS periode 2018-2023 akan dilantik oleh Bupati HSS. Namun sebelumnya, mereka yang terpilih melakukan rapat internal terlebih dulu," katanya, Jumat, (12/1).

Untuk waktu pelantikan, pihaknya masih menunggu jadwal dari Bupati HSS dan diperkirakan pelantikan akan dilaksanakan pada awal Februari.

Baca: Kisah Tanjung Dewa, Kerajaan Gaib di Kotabaru Selain Saranjana, Simak Kesaksikan Seorang Nelayan

Dengan sudah dibentuknya Dewan Pendidikan HSS, pihaknya berharap Dewan Pendidikan HSS bisa memantau jalannya proses pendidikan di HSS.

"Dewan Pendidikan HSS juga diharapkan bisa mengoreksim meninjau dan memonitor kebijakan-kebijakan pendidikan di HSS," lanjutnya.

Selain itu, Dewan Pendidikan HSS juga diharapkan bisa bekerja sama dengan dinas pendidikan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Sehingga bisa ikut memajukan pendidikan di HSS.

"Dewan pendidikan itu merupakan panggilan jiwa dan pengabdian untuk memajukan pendidikan. Sebab mereka tidak digaji atau tidak ada honornya," tambahnya. (*)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved