Berita Kotabaru

NEWSVIDEO : Kala Nelayan Tak Lagi Gunakan Lampara

Ikan dibeli dari nelayan, setelah diproses menjadi ikan kering lebih dahulu dikumpulkan di dalam gudang.

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Duduk lesehan beralaskan apar, Enje Sitah (70) tampak serius. Tangan kanannya begitu kecakatan memisahkan ikan dan udang hasil tangkapan nelayan yang baru dibelinya untuk proses dijakan ikan asin.

Mengenakan dastar kuning motif kembang warna merah, Enje Sitah salah satu dari belasan perempuan parubaya yang sejak puluhan tahun menggeluti usaha sebagai pembuat ikan kering di Desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru.

Telah terbiasa karena kegiatan digeluti selama puluhan tahun. Ikan dan udang semula menyatu saat dibeli dari nelayan yang datang melalut, hanya sekitar dua jam ikan dan udang kecil itu pun berhasil di pisahkan di wadah terpisah.

Untuk udang dimasukan ke dalam baskom berukuran sedang. Sedangkan ikan di letakan di lantai sebelum dibersihkan dan diproses menjadi ikan kering melalui sistem pemajaan selama beberapa hari sebelum di jemur.

Sementara udang berukuran kecil yang tadinya di tempatkan di baskom, terlebih dulu dicuci sebelum dibuang kulit dan kepalanya selanjutnya dibawa ke penampung untuk dijual.

Enje Sitah seorang perempuan paru baya berstatus belum bersuami ini. Meski usia lebih setengah abad, namun fisik tubuhnya masih sangat prima.

Bagi Enje Sitah, duduk lesehan hanya beralaskan apar terbuat dari papan dan balok setinggi sekitar 5 sentimeter. Selama berjam-jam duduk dan setiap hari, tidak membuatnya letih apalagi mengeluh.

Malah sebaliknya perempuan paru baya ini tampak lebih energik, meski kulit keriput yang membalut tubuhnya tampak terlihat urat-urat menyembul dari kedua tangannya yang terus cekatan.

Sesekali pula, ia berdiri untuk mengusir rasa penat. Sambil menghisap sebilah rokok daun yang diapit di antara kedua jarinya.

"Inilah setiap hari pekerjaan ku. Sudah lama, puluhan tahun membuat ikan kering," tutur Enje Sitah, salah satu dari belasan perempuan paru baya bekerja sebagai pemeroses pembuat ikan kering.

Halaman
123
Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help