Berita Banjarmasin

Organda Banjarmasin Netral Terhadap Masalah Taksi Online, Soal Sweeping Ini Penjelasannya

Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) Kota Banjarmasin, berusaha netral terhadap masalah taksi online di kota ini.

Organda Banjarmasin Netral Terhadap Masalah Taksi Online, Soal Sweeping Ini Penjelasannya
BANJARMASINPOST.co.id/edi nugroho
Ratusan sopir angkot kuning polos menggelar demo di kantor Balai Kotga Banjarmasin, Senin (8/1/18) pagi menuntut agar taksi online tak beroperasi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) Kota Banjarmasin, berusaha netral terhadap masalah taksi online di kota ini. Organda itu bukan perusahaan atau perwakilan pengusaha, namun mengayomi para para anggota organda seperti sopir.

"Informasi sweeping dari sopir angkot kuning polos itu sebagai wujud kejengkalan rezeki yang tiba-tiba hilang dan merosot drastik seiring banyaknya angkutan online," kata Ketua Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) Kota Banjarmasin, Asqolani, Jumat (12/11/8).

Menurut Asqonali, meski pendidikan sopir angkot tak terlalu tinggi, tapi mereka mengerti mana .yang benar dan mana yang tidak, terutama masalah taksi online saat ini. Sebelumnya, Kadishub Kota Banjarmasin, Drs Ichwan Noor Khalik Msi, menyatakan pihaknya akan tetap menunggu Pergub Kalsel keluar meski sudah ada (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017.

Baca: Organda Minta Pergub Taksi Online Disertai dengan Sanksi Tegas, Ini Tujuannya

"Untuk KIR nanti yang akan tetap diurus di kabupaten kota karena yang punya alat pengujian kendaraan bermotor (PKB) itu yang kami, bukan di provinsi," katanya.

Menurut Ichwan, dengan KIR nantinya juga akan menambah PAD Kota Banjarmasin dan dishub akan dengan mudah merazia mobil taksi online yang belum urus KIR. Saat ini penumpukan taksi online itu hanya di Banjamasin, dan sisanya di Banjarbaru dan Martapura.

"KIR wajib diurus taksi online setelah Pergub Kalsel keluar," katanya.

Iwan merasa bingung dengan adanya demo angkot kuning polos kemarin karena segmen pasar dari angkot dan taksi online itu berbeda. Taksi online sifatnya tidak ngetem dan angkot itu ngetem. (*).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help