Berita Tanahlaut

Pemkab Tanahlaut Berlakukan Status Siaga Banjir, Sekda: Utamakan Keselamatan Jiwa

Status siaga itu ditetapkan setelah satu bulan yang lalu menerima informasi prakiraan cuaca dari BMKG Kota Banjarbaru.

Pemkab Tanahlaut Berlakukan Status Siaga Banjir, Sekda: Utamakan Keselamatan Jiwa
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Sekretaris Daerah Tanahlaut, Syahrian Nurdin didampingi pejabat dan Kepala BPBD Tanahlaut meninjau rumah tinggal korban puting beliung di Desa Panjaratan, Kecamatan Pelaihari, Jumat (12/1/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Pemerintah Kabupaten Tanahlaut memberlakukan status siaga banjir. Itu dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Tanahlaut, Syahrian Nurdin, Jumat (12/1/2018).

Status siaga itu, kata Syahrian Nurdin, ditetapkan setelah, satu bulan yang lalu menerima informasi prakiraan cuaca dari BMKG Kota Banjarbaru.

"BMKG menyebutkan bahwa dari 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan, Tanahlaut paling tinggi intensitas curah hujannya," katanya.

Menurut Syahrian Nurdin, curah hujan yang tinggi itu berdampak pada tingginya permukaan air sungai dan diikuti bencana lainnya secara tiba-tiba berupa angin puting beliung.

Baca: Link Live Streaming Bayer Leverkusen vs Bayern Munich, Lewandowski Absen di Pembuka Bundesliga

Jika situasi itu terjadi, banjir dan puting beliung, Syahrian Nurdin mengimbau agar masyarakat Kabupaten Tanahlaut, lebih mengutamakan keselamatan jiwa. Kemudian segera melakukan koordinasi dengan aparat pemerintahan desa dimana warga tinggal.

"Nanti pemerintah desa akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan lanjut kepada Pemerintah Kabupaten Tanahlaut," katanya.

Terkait tanggap darurat bencana, Syahrian Nurdin menegaskan status tanggap darurat belum diberlakukan. Itu karena masih berstatus siaga banjir.

Baca: Kisah Tanjung Dewa, Kerajaan Gaib di Kotabaru Selain Saranjana, Simak Kesaksikan Seorang Nelayan

"Pemerintah punya stok bahan bantuan dari BNPB, PMI Kalsel dan bantuan Kementerian Sosial," katanya..

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tanahlaut, HM Noor menyebutkan potensi banjir dan angin puting beliung itu terjadi di wilayah pinggiran di sejumlah kecamatan, seperti Pelaihari, Batibati, Kurau, Jorong dan Kintap.

"Imbauan kami jika terjadi bencana lebih utamakan keselamatan jiwa dan keluarga. Selalu waspada dan sama-sama menjaga keluarga," katanya.

Pantauan di Sungai Tabanio, permukaan air mulai tinggi dan merendam permukaan kawasan pertanian warga di Desa Panjaratan, Kecamatan Pelaihari. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid )

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help