Seputar Kalteng

Tahun Ini, Yayasan BOSF Tergetkan Lepas 200 Orangutan ke Hutan

Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation, tahun 2018 ini akan melepasliarkan sebanyak 200 orangutan

Tahun Ini, Yayasan BOSF Tergetkan Lepas 200 Orangutan ke Hutan
(yayasan BOSF)
Orangurang ini merupakan orangutan perdana tahun ini yang dilepas Yayasan BOSF di hutan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Lembaga perlindungan Orangutan Kalimantan Tengah melalui Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation, tahun 2018 ini akan melepasliarkan sebanyak 200 orangutan, korban kerusakan hutan dan kebakaran hutan yang sudah direhabilitasi di Nyarumenteng.

Ceo Yayasan BOSF Kalteng, Jamartin Sihite, mengatakan,empat orangutan yang dilepas sudah sangat siap untuk hidup di alam liar, namun menunda pelepasliaran mereka untuk menunggu yang lain siap bukanlah pilihan yang tepat.

"Masih ada ratusan orangutan lain menanti di pusat rehabilitasi kami di Nyaru Menteng," ujarnya, Jumat (12/1/2018).

Sejumlah pulau disiapkan untuk prapelepasliaran dalam membiasakan sejumlah orangutan hidup dilingkungan yang menyerupai hutan alami tersebut.

Baca: LIVE STREAMING Madura United TV - Persija Vs Persela di Suramadu Cup 2018 Hari Ini Jam 15.00 WIB

"Tahun ini kami merencanakan melepasliarkan 200 orangutan ke pulau-pulau prapelepasliaran, pulau suaka orangutan, atau hutan. Perlu diingat bahwa rehabilitasi adalah proses yang membutuhkan waktu bertahun-tahun,"ujarnya.

Dia menjelaskan, orangutan bukanlah spesies yang bisa dilepasliarkan begitu saja ke hutan, karena membutuhkan waktu lama mengasah keterampilan bertahan hidup di alam liar.

Tidak hanya butuh waktu lama, biaya yang dibutuhkan juga tidak sedikit. "Kami hanya bisa menyukseskan pelestarian orangutan dan habitatnya jika bekerja sama. Kami tidak bisa mengerjakannya sendirian," ujar Jamartin.

Selain dilindungi Undang-undang, orangutan sebagai kerabat terdekat manusia juga berperan penting membantu regenerasi hutan.

"Tentu kami wajib bekerja keras dalam melestarikan keberadaan satwa hebat ini, karena hutan yang lestari dan terlindungi, adalah faktor penting bagi kualitas hidup manusia," ujarnya lagi. (faturahman/www.banjarmasinpost.co.id)

Penulis: Fathurahman
Editor: Murhan
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help