Beribu Tandatangan untuk Menteri ESDM, Ini Dampak Bila Tambang Dibuka di HST

Organisasi pencinta alam (Orpala) Gabungan Anak Rimba Meratus Batangalai Selatan (Garimbas) yang berkantor Sekretariat di Kecamatan

Beribu Tandatangan untuk Menteri ESDM, Ini Dampak Bila Tambang Dibuka di HST
Istimewa
Peta ijin tambang batu bara di HST 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Organisasi pencinta alam (Orpala) Gabungan Anak Rimba Meratus Batangalai Selatan (Garimbas) yang berkantor Sekretariat di Kecamatan Batangalai Selatan menolak keras penambangan batu bara di Bumi Murakata, dan siap ikut menggugat Menteri ESDM.

Fery Prestyadi, Ketua Garimbas manyambut baik tawaran pendampingan pengacara Masdari Tasmin untuk melakukan JR atas SK Menteri ESDM No 441.

“Kami juga siap menggalang ribuan tandatangan warga,” kata Ferry kepada BPost, Jumat.

Dia berujar, HST memiliki hutan hujan tropis di Pegunungan Meratus yang lebat dan subur serta kaya flora dan fauna. Kalau hutan hujan itu diekploitasi pertambangan, tentu datang musibah dimana tanah menjadi gersang saat kemarau dan longsor serta banjir saat musim hujan.

Baca: Video Viral Bocah SD dan Wanita Dewasa Diedarkan di Luar Negeri, Dibanderol Rp 30 Juta!

Baca: Ingin Seperti Polri, TNI Berharap Ada Aturan Tentara Aktif Bisa Kembali Berdinas Jika Kalah Pilkada

Baca: LIVE STREAMING Bulutangkis Semifinal Thailand Masters 2018 - Indonesia Kantongi Satu Tiket Final

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris RCTI dan MNC TV : Liverpool vs Man City Panaskan Pekan 23

Ditambah lagi, sebut dia, tercemarnya air sungai yang berdampak menyusutnya populasi ikan air tawar dan tercampurnya lumpur dengan partikel lainnya.

Pendek kata, tandas Ferry, “keputusan menteri ESDM yang memberikan izin produksi terhadap PT Mantimin Coal Mining itu sangat merisaukan terutama aktivis lingkungan, LSM hingga warga HST. Barabai tanpa tambang batu bara, maupun perkebunan sawit tiap tahun selalu mengalami banjir, apalagi dengan adanya pertambangan!”

Sebagai bentuk keseriusan pihaknya atas kebijakan pemerintah pusat itu, sore ini Ferry dan rekannya anggota Garimbas menggelar rapat koordinasi menyikapi masalah tersebut.

Sikap yang sama disampaikan M Saleh, Wakil Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) HST. Saleh yang juga sering menyuarakan penolakan terhadap perkebunan kelapa sawit di HST menyatakan, KTNA tetap pada sikap awal, menolak penambangan batu bara di daerahnya.

“Soal gugatan Judicial Review, KTNA juga siap bersama masyarakat lainnya menjadi salah satu penggugat,” ujarnya.

Menurut dia, petani bakal dirugikan jika HST benar-benar di eksploitasi alamnya. Terutama kelangsungan Irigasi Batangalai, yang puluhan tahun dinanti, tapi proyeknya belum selesai.

“Kalau penambangan mengganggu irigasi, dipastikan tak hanya petani yang rugi, tapi juga negara yang sudah mengeluarkan dana ratusan miliar membangun Bendung Batangalai tersebut,” pungkas Saleh.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved