Di Kalsel, Hutan yang Dapat Mencegah Pemanasan Global Itu Semakin Menyusut, Inilah Penyebabnya

Dari tahun ke tahun, luasan hutan mangrove terus menurun. Hal itu diungkapkan Sekretaris Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan

Di Kalsel, Hutan yang Dapat Mencegah Pemanasan Global Itu Semakin Menyusut,  Inilah Penyebabnya
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Kawasan pesisir pantai Tanahlaut yang telah ditanami hutan mangrove dan dibangun jembatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dari tahun ke tahun, luasan hutan mangrove terus menurun. Hal itu diungkapkan Sekretaris Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Kelautan ULM yang juga anggota tim rencana zonasi, Nursalam.

Jelasnya jelas terlihat kerusakan hutan mangrove yang ada di Kalsel diserap wilayah di Kalsel.

Kalsel sendiri memiliki hutan mangrove di lima kabupaten yaitu Barito Kuala, Banjar, Tanahlaut, Tanahbumbu dan Kotabaru. Paling banyak hutan mangrove ada di Kabupaten Kotabaru, namun kerusakan yang paling banyak terjadi ada di Banjar dan Tanahbumbu.

"Iya di daerah Bakambat, Sungai Musang, Tajak Muara sampai di pulau-pulau dalam di Sungai Barito," ujarnya, Jumat (12/1).

Baca: Tolak Izin Batu Bara di HST, Warganet Ramai-ramai Ngetag Instagram Resmi Presiden Jokowi

Baca: Beribu Tandatangan untuk Menteri ESDM, Ini Dampak Bila Tambang Dibuka di HST

Secara keseluruhan kerusakan lahan di Kalsel terus bertambah. Namun ada juga hutan mangrove yang rusak terehabilitasi secara alami. Hal itu disebabkan pohon mangrove yang mulai tumbuh.

Terlebih Kalsel tak memiliki Perda Hutan Mangrove yang bisa mengurangi pengalihfungsian hutan mangrove dengan mudah.

Peraturan hutan mangrove dilarang ditebang selama ini hanya diatur dalam UU Nomor 1 2004 namun belum ada perda.

"Perda tentang trumbu karang sudah ada, dan kini sudah ada rencana zonasi, tinggal mangrove yang tidak diatur dalam Perda," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help