BanjarmasinPost/

Berita Banjarbaru

Kalsel Belum Miliki Perda Hutan Mangrove

Semakin tahun luasan hutan mangrove semakin menurun luas lahannya. Hal itu diungkapkan sekretaris jurusan Ilmu Kelautan Fakultas

Kalsel Belum Miliki Perda Hutan Mangrove
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Warga mengunjungi lokasi wisata hutan mangrove di Pagatan Besar Tanahlaut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Semakin tahun luasan hutan mangrove semakin menurun luas lahannya. Hal itu diungkapkan sekretaris jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Kelautan ULM yang juga anggota tim rencana zonasi, Nursalam.

Jelasnya jelas terlihat kerusakan hutan mangrove yang ada di Kalsel diserap wilayah di Kalsel.

Kalsel sendiri memiliki hutan mangrove di lima kabupaten yaitu Barito Kuala, Banjar, Tanahlaut, Tanahbumbu dan Kotabaru. Paling banyak hutan mangrove ada di Kabupaten Kotabaru, namun kerusakan yang paling banyak terjadi ada di Banjar dan Tanahbumbu.

"Iya di daerah Bakambat, Sungai Musang, Tajak Muara sampai di pulau-pulau dalam di Sungai Barito," ujarnya, Sabtu (13/01/2018)

Baca: Wow, di Zaman Penjajahan di Barabai Sudah Ada Bioskop, Pakai Nama Ratu Belanda! Ini Dia

Baca: Dulu Tempat Nonton Film di Zaman Penjajah, Begini Nasib Bioskop Juliana Barabai Kini

Baca: Toko Toejoh Barabai, Sejak Zaman Belanda Hingga Kini Bangunannya Masih Asli

Secara keseluruhan kerusakan lahan di Kalsel terus bertambah. Namun ada juga hutan mangrove yang rusak terehabilitasi secara alami. Hal itu disebabkan pohon mangrove yang mulai tumbuh.

"Kalau hanya mengandalkan tumbuh secara alami perlu waktu lama agar hutan mangrove yang dulu segera kembali," ujarnya.

Terlebih Kalsel tak memiliki Perda Hutan Mangrove yang bisa mengurangi pengalihfungsian hutan mangrove dengan mudah.

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help