Jejak Bangunan Belanda di HST

Keren, Ternyata Tuan Paul lah yang Membangun Pasar Los Batu Barabai Mirip Pertokoan Malioboro Yogya

Karl Helbig, rekan senegara tuan Paul dari Jerman, pernah berkunjung ke Barabai, pada tahun 1937, sebelum kemerdekaan RI.

Keren, Ternyata Tuan Paul lah yang Membangun Pasar Los Batu Barabai Mirip Pertokoan Malioboro Yogya
via BANJARMASINPOST.co.id/hanani
Toko Batoe 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Karl Helbig, rekan senegara tuan Paul dari Jerman, pernah berkunjung ke Barabai, pada tahun 1937, sebelum kemerdekaan RI.

Dia menyebut, kota Barabai, seluruh bangunannya terkena sentuhan budaya Jawa.

Hal itu karena saat itu, banyak warga dari Pulau Jawa menetap sebagai pekeja bangunan dan perkebunan yang kemudian diadopsi pemerintahan saat itu.

Alun-alun di tengah kota, seperti dikatakan Mas Adi Yannor, saat itu dikelilingi pohon rindang, yang juga menjadi tempat olah raga dan bermain.

Baca: Wow, di Zaman Penjajahan di Barabai Sudah Ada Bioskop, Pakai Nama Ratu Belanda! Ini Dia

Baca: Kisah Tuan Paul, Orang Jerman Pemilik Rumah yang Kini Ditempati Wakil Bupati HST

Juga menjadi ciri khas pembangunan di zaman pemerintahan kolonial.

Zaman itu, dibangun los pasar dan Pasar Batu, yang bangunannya mirip pertokoan di kawasan Malioboro Yogyakarta.

(Sumber foto: www.kitlv.nl) Rumah Tuan Paul di Barabai
(Sumber foto: www.kitlv.nl) Rumah Tuan Paul di Barabai (via BANJARMASINPOST.co.id/hanani)

Sayang, bangunan peninggalan sejarah itu, kini sudah “dibabat” habis oleh pemerintahan selanjutnya, dengan dibangunnya Plasa Murakata sebagai penggantinya.

Baca: Sopir Pribadi Bawa Kabur Putri Majikan ke Bali, Ngaku 5 Kali Begituan di Hotel, Polisi Sita Kondom

Baca: Mirip Setya Novanto, Begini Kronologi Penangkapan Pengacara Fredrich Yunadi Oleh Tim KPK

Sebelumnya, terjadi kebakaran hebat di los batu,tahun 90-an, sehingga pemerintah setempat kala itu membangun kembali pasar Batu dengan gaya baru.

Sedangkan Tokoe Batoe yang hanya terkena bagian belakang turut di bongkar. Wargapun menyesalkan pembongkaran toko peninggalan zaman Belanda tersebut.

“Tak selalu bangunan bahari itu jelek. Harusnya tetap dipertahankan dan hanya direnovasi, sebagai bukti sejarah kepada anak cucu, bahwa HST dulu punya sejarah pernah diduduki Belanda,”kata Yuliana, warga Barabai. (BANJARMASINPOST.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved