Berita Banjarmasin

Konyol, Tapi Beginilah Cara Galon Kecil Perkenalkan Lagu Daerah dan Bawa Pesan Cinta

Konyol, lucu, romantis dan ada risihnya juga. Begitulah sejumlah video singkat berdurasi 59 detik yang dibuat oleh kelompok kecil

Konyol, Tapi Beginilah Cara Galon Kecil Perkenalkan Lagu Daerah dan Bawa Pesan Cinta
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Band Galon Kecil 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Konyol, lucu, romantis dan ada risihnya juga. Begitulah sejumlah video singkat berdurasi 59 detik yang dibuat oleh kelompok kecil yang menyebutkan diri mereka sebagai "Band Galon Kecil".

Namun, tingkah mereka dalam video tersebut bukanlah semata mencari ketenaran. Melainkan memberikan pesan cinta melalui komedi romantis menggunakan bahasa daerah.

"Tujuan kami sederhana. Ini untuk memberi pesan romantis, melalui cara yang berbeda. Dalam artian kebanyakan mereka yang membuat musik menggunakan bahasa Indonesia dan kami menggunakan bahasa banjar dan memadukan musik international," ucap satu personel Galon Kecil, Rizki, saat ditemui Bpost online di rumah produksi "Kos-Kosan Ceria", Jalan Brigjen Hasan Basri, Sabtu (13/1/2018).

Baca: Wow, di Zaman Penjajahan di Barabai Sudah Ada Bioskop, Pakai Nama Ratu Belanda! Ini Dia

Baca: Dulu Tempat Kumpul Kaum Penjajah Nonton Film, Begini Nasib Bioskop Juliana Barabai Kini

Baca: Kisah Zhou Youguang, Bapak Aksara Tionghoa Pinyin yang Jadi Google Doodle Hari Ini

Menggunakan konsep video sederhana yang hanya memakai kamera handphone, seluruh personel Galon Kecil mempamerkan kemampuan akting mereka. Bukan hal yang tak mungkin mereka mengerti dunia peran dan musik. Karena seluruh personel Galon Kecil terlahir di dunia seni, yakni teater dan sebagian kuliah di jurusan musik dan kesenian.

Properti syuting pun bukan benda mahal atau benda berkelas lainnya. Mereka hanya menggunakan apa yang ada di sekitar. Mulai dari bunga yang digambarkan pohon lombok, hingga pakaian yang hanya menggunakan sarung dan helm.

Rizki mengatakan awal mula terbentuk band kecil-kecilan mereka karna melihat kondisi saat ini. Dimana perkembangan musik daerah hampir punah. Karena anak muda saat ini lebih menyukai lagu berbau modern.

"Kami tidak bisa melawan perkembangan jaman, makanya kami mengikuti. Melalui cara ini kami ingin agar anak muda menyukai musik daerah yang bergaya modern (universal)," terang Rizki.

(Banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help