Berita Kotabaru

Petani di Wilayah Pulaulaut Timur Tak Bisa Tanam Dua Kali, Padahal Pemerintah Janjikan Ini

Keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru menjadikan Kotabaru sentra pertanian sepertinya hanya isapan jempol.

Petani di Wilayah Pulaulaut Timur Tak Bisa Tanam Dua Kali, Padahal Pemerintah Janjikan Ini
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Irigasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru menjadikan Kotabaru sentra pertanian sepertinya hanya isapan jempol.

Sebagian besar petani di wilayah Pulaulaut Timur sampai saat ini belum bisa melakukan tanam dua kali dalam setahun, karena hanya berharap tadah hujan.

Belum adanya saluran irigasi untuk pengairan sawah, menjadi penyebab petani tidak mampu meningkatkan hasil produksi padi.

Kecuali sebagian petani sekitar Desa Kulipak dan Teluk Masjid.

Sementara sebagian besar petani di wilayah Sungailimau dan Berangas optimalnya hanya bisa melakukan tanam sekali dalam setahun, karena cetak lahan mengandalkan tadah hujan.

Baca: Dulu Tempat Nonton Film di Zaman Penjajah, Begini Nasib Bioskop Juliana Barabai Kini

Baca: Kisah Tuan Paul, Orang Jerman Pemilik Rumah yang Kini Ditempati Wakil Bupati HST

Baca: Wanita Pangkalanbun Ini Gegerkan Dunia Maya dengan Ayam Pelakor, Faktanya Mengejutkan

Sebagai bukti. Rencana musim tanam dimulai akhir Januari, sementara petani di Sungailimau dan Berangas baru bisa mengolah lahan sekitar 50 hektare.

"Masih banyak lahan belum bisa diolah. Karena kondisi hujan belum normal. Kalau kendala teknis tidak ada, handtraktor untuk mengolah lahan cukup saja," ujar Hamdan, salah satu Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Pulaulaut Timur.

Halaman
123
Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help