Berita Banjarbaru

Ternyata Sisa-sisa Rambut yang Dipotong tak Langsung Dibuang Lho, Terus Dikemanakan Ya?

Siapa yang tak pernah potong rambut, mulai dari bayi hingga kakek-nenek rutin potong rambut. Lalu kemanakah rambut-rambut

Ternyata Sisa-sisa Rambut yang Dipotong tak Langsung Dibuang Lho,  Terus Dikemanakan Ya?
banjarmasinpost.co.id/milna sari
potong rambut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Siapa yang tak pernah potong rambut, mulai dari bayi hingga kakek-nenek rutin potong rambut. Lalu kemanakah rambut-rambut yang sudah dipotong oleh orang salon.

Ungkap salah satu karyawan salon N & V di Jalan A Yani Kilometer 23 Banjarbaru, Olif saat ditemui Sabtu (13/01/2017) rambut-rambut yang ia potong sebagian dibuang dan untuk yang panjang disimpan.

"Yang panjangnya 30 centi lah, kalau kurang dari itu dibuang saja biasanya," ujarnya.

Biasanya ada saja pencari rambut yang datang ke salonnya untuk membeli rambut panjang yang dimiliki salon.

Baca: Wow, di Zaman Penjajahan di Barabai Sudah Ada Bioskop, Pakai Nama Ratu Belanda! Ini Dia

Baca: Keren, Ternyata Tuan Paul lah yang Membangun Pasar Los Batu Barabai Mirip Pertokoan Malioboro Yogya

Baca: Toko Toejoh Barabai, Sejak Zaman Belanda Hingga Kini Bangunannya Masih Asli

Meski dijual, harga rambut panjang tak sebanding dengan perawatan memanjangkan rambut.

Ya, ungkap Olif rambut yang biasanya dibeli orang dihargai Rp 5.000 per onsnya.

Bahkan kadang rambut panjang yang sudah ia simpan jelas Olif kerap ia berikan secara cuma-cuma ke pembeli.

"Murah juga kan kasihan juga orangnya keliling mencari rambut," ujarnya.

Penulis: Milna Sari
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved