Jejak Bangunan Belanda di HST

Toko Toejoh Barabai, Sejak Zaman Belanda Hingga Kini Bangunannya Masih Asli

Toko Tujuh. Dinamakan begitu, karena jumlah atap dan layarnya berjejer tujuh, berbentuk segitiga. Sebenarnya, jumlah tokonya ada 15.

Toko Toejoh Barabai, Sejak Zaman Belanda Hingga Kini Bangunannya Masih Asli
via BANJARMASINPOST.co.id/hanani
(Sumber foto: Sinalinali.blogspot.com) Toko Tujuh Barabai

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Toko Tujuh. Dinamakan begitu, karena jumlah atap dan layarnya berjejer tujuh, berbentuk segitiga. Sebenarnya, jumlah tokonya ada 15.

Di tawing (dinding) layar segitiga bertulisan Toko Toejoh Anno 1925.

Namun, sekarang tulisan tersebut tertutup seng, karena papannya yang sudah lapuk.

Menurut Mas Adi Yannor, warga HST yang juga penulis sejarah Barabai, toko ini satu-satunya yang bentuk bangunannya masih asli.

“Kalaupun ada perubahan, hanya pada bahan bangunan saja yang diganti. Misalnya yang dulunya lantai papan kayu, sekarang ada yang diganti keramik. Tapi bentuk bangunannya masih asli, tak berubah sedikitpun,” kata Yannor.

Disebutkan, dulu toko tujuh tersebut milik warga keturunan etnis China, yang menjual berbagai kebutuhan.

Sekarang, pemiliknya berpindah ke warga lokal, setelah dijual pemilik asal, yang hijrah ke daerah lain. Bentuk bangunanya biasa saja.

Hanya saja itu bangunan sejarah dibentuknya kota Barabai sebelum zaman kemerdekaan. Juga satu-satunya bangunan tua masih asli yang tersisa di kota Barabai.

Dia berharap, sang pemilik sekarang tetap mempertahankan bangunan tersebut.

Jika lapuk, diperbaiki dengan bahan bangunan lain, tapi tetap dengan ciri khasnya sebagai Toko Tujuh.

“Memang pemerintah tak bisa melarang pemiliknya mengubah bentuk bangunan berlantai dua tersebut, karena kepemilikannya sudah pribadi,” kata Yannor.

Yannor yang menghimpun arsip foto-foto Barabai Tempo Doloe dari berbagai sumber itu berharap, generasi muda tetap mempelajari sejarah kota Barabai, untuk diambil pelajaran baik dari hal positif maupun negatifnya.

Meski demikian dia mengagumi konsep pembangunan kota dizaman kolonial tersebut, yang menurutnya tetap memerhatikan aspek lingkungan.

Terbukti dengan banyaknya penghijauan di sekeliling kota Barabai. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved