Jejak Bangunan Belanda di HST

Wow, di Zaman Penjajahan di Barabai Sudah Ada Bioskop, Pakai Nama Ratu Belanda! Ini Dia

Warga Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, mengenal bangunan tua ini sebagai bioskop. Tempat hiburan nonton film.

Wow, di Zaman Penjajahan di Barabai Sudah Ada Bioskop, Pakai Nama Ratu Belanda! Ini Dia
via BANJARMASINPOST.co.id/hanani
(Sumber foto: www.kitlv.nl) Bioskop Juliana dalam bentuk bangunan asli. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Tertulis, tahun pembuatannya, “Anno 1925”, yang berarti dibangun tahun 1925.

Warga Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, mengenal bangunan tua ini sebagai bioskop. Tempat hiburan nonton film.

Bioskop dengan nama asal Juliana Teater tersebut, akhirnya berganti nama menjadi Juwita Teater.

Dibangun zaman Belanda, awalnya memakai nama ratu Belanda, Juliana.

Berdasarkan arsip foto di blog sinalinali, milik Mas Adi Yannor, warga HST yang juga peminat sejarah HST, bangunan awal bioskop bersejarah itu, berbahan kayu.

Bioskop Juliana setelah renovasi oleh pemiliknya warga keturunan China yang masih dipertahankan pemilik sekarang. Foto diambil Jumat (12/1/2018)
Bioskop Juliana setelah renovasi oleh pemiliknya warga keturunan China yang masih dipertahankan pemilik sekarang. Foto diambil Jumat (12/1/2018) (BANJARMASINPOST.co.id/hanani)

Selanjutnya, bangunan diambil alih WNI keturunan China, bernama Jemy, direhab menjadi bangunan beton.

Pada tahun 60-an sampai tahun 1990-an, biokop tersebut masih menjadi satu-satunya fasilitas hiburan rakyat HST.

“Saya masih ingat, waktu SMA sampai tahun 1980-an masih bisa nonton film-film terbaru. Film Indonesia maupun film hongkong, India dan Barat, hinga film wajib ditonton pelajar, yaitu Pemberintakan G 30 S/PKI,” kenang Mulyadi, warga Barabai.

Menurutnya, dengan adanya bioskop itu, warga Barabai tak perlu lagi menonton film ke Banjarmasin, yang zaman itu juga bertebaran bioskop.

Namun, semuanya berubah di tahun 1990-an, dimana zaman teknologi komputer mulai merambah, dan kepingan DVD mulai marak beredar.

Sejak itu pula, keberadaan bioskop “matisuri”. Gaya hidup penikmat film pun berubah dari menonton di bioskop menjadi menonton lewat dvd, maupun komputer. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help