Berita Kotabaru

Aduh, Gara-gara Masalah Jaringan, Operasional Listrik di Pulau Sebuku Molor Lagi

Operasional listrik jaring unit PLN Sungaibali, Kecamatan Pulau Sebuku Kotabaru untuk pelayanan lima desa yang belum teraliri listrik

Aduh, Gara-gara Masalah Jaringan, Operasional Listrik di Pulau Sebuku Molor Lagi
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Suasana kehidupuan masyarakat Pulau Sebuku Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Operasional listrik jaring unit PLN Sungaibali, Kecamatan Pulau Sebuku Kotabaru untuk pelayanan lima desa yang belum teraliri listrik ditargetkan paling lambat awal Februari.

Sebelumnya rencana sudah teraliri listrik di lima desa yaitu, desa Serakaman, Kanibungan, Belambus, Mandin dan desa Sekapung ditargetkan awal Januari. Molor dari target karena beberapa kendala teknis di lapangan.

Manager PLN (Persero) Area Kotabaru Faisal Muslim mengatakan, perbaikan jaringan sebelumnya sudah dilakukan. Namun masih ada beberapa titik jaringan yang rusak akibat ditimpa pohon.

Menurut Faisal, sementara untuk melakukan perbaikan beberapa titik yang rusak akibat tertimpa pohon memakan waktu agak lama.

Baca: LIVE STREAMING RCTI Timnas Indonesia Vs Islandia Malam Ini - Fans Malaysia Dukung Ilham Udin

Baca: Ditangkap di Rumah Orangtuanya, M Rizki yang mengamuk di Mapolres HST Masih Sulit Diajak Bicara

Belum lagi kendala lainnya, seperti adanya jaringan yang masuk kawasan hutan. Kendati sudah dilakukan perintisan, tapi belum bisa maksimal karena lokasi dilalui jaringan sangat ekstrim, hutan lebat dengan pohon yang cukup besar.

Menyulitkan pihaknya melaksanakan perintisan dan pembersihan karena diperlukan waktu untuk mengerjakannya.

"Kemarin kami sudah meninjau ke lapangan di wilayah Sungaibali. Kami berupaya secepatnya melayani pelanggan yang ada di Sungaibali," katanya.

Baca: BABAK PERTAMA! LIVE STREAMING Arema FC Vs Barito Putera - Skor Masih 0-0

Apalagi jaringan masuk kawasan hutan, diakui Faisal, pihaknya belum mendapat izin Dinas Kehutanan Provinsi.

Menjadi kendala serius melakukan perintisan. Sebab pihak perusahaan tidak mau membantu pembersihan hutan lebat serta pohon yang besar. Apalabi tidak ada izin Dinas Kehutanan Provinsi.

"Belum dapatt dari Dishut. Kita tetap usahakan. InsyaAllah jaringan bisa beroperasi sesuai target dan sudah dapat melayani masyarakat," janjinya.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved