Seputar Kalteng

Menengok Sisa Bangsal Anak RSU Kapuas di Kampung Barimba, Ada Sisi Angker Menyeruak!

Rumah sakit yang dimaksud dulunya bernama Rumah Sakit Hanggulan Sinta. Rumah sakit ini pertama kali didirikan oleh Zending Basle

Menengok Sisa Bangsal Anak RSU Kapuas di Kampung Barimba, Ada Sisi Angker Menyeruak!
Tribun Kalteng/Fathurahman
Bangsal anak, salah satu bangunan yang masih tersisa dari RSU di Desa Barimba RT3, Kecamatan Kapuas Hilir. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Warga masyarakat Kabupaten Kapuas dan Kota Kualakapuas Kalteng pada umumnya, tak banyak yang tahu di mana awal berdirinya Rumah Sakit Umum (RSU) Kualakapuas.

Masyarakat hanya tahu bahwa RSUD Kapuas yang sekarang berada di Jalan Tambun Bungai.

Dari hasil penelusuran di lapangan dan sumber dari beberapa warga, maka dalam sejarah RSU Kapuas berada di Kampung Barimba RT3, Kecamatan Kapuas Hilir yang mana sekarang lokasi itu hanya berjarak puluhan meter dari kawasan jalan umum Trans Kalimantan, mendekati Jembatan Pulau Petak Kapuas.

Rumah sakit yang dimaksud dulunya bernama Rumah Sakit Hanggulan Sinta. Rumah sakit ini pertama kali didirikan oleh Zending Basle, seorang Misionaris agama Kristen Protestan.

Baca: Bersama Warga, Plt Bupati HST Chairansyah Ikut Tandatangani Petisi Penolakan SK Menteri ESDM

Konon pusat Kota Kapuas berada di sekitar Kampung Barimba. Dulunya di sekitar rumah sakit tak ada jalan.

Namun jalur untuk menuju ke rumah sakit dengan menggunakan jalur sungai, yakni sekarang disebut Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas.

Jarak rumah sakit dengan DAS Kapuas hanya sekitar 100 meter. Malam hari suasana di sana sangat gelap. Sementara itu rimbunanpepohonan membuat warga tak berani melintas.

Mereka takut kalau di antara pepohonan yang rimbun dan tak terawat menjadi sarang ular.

Sebab warga sering melihat ular berkeliaran, dan malam hari terkadang terdengar suara anjing mengonggong. Cerita banyak cerita, kini RSU yang dibangun pada tahun 1930 itu hanya tinggal kenangan, karena pada tahun 1966 RSU sudah berpindah ke Kota Kualakapuas.

Setelah digerus jaman dan beralihnya waktu demi waktu dan hingga sekarang, maka di areal RSU Kampung Barimba tersebut hanya ada satu bangunan tua yang hingga saat ini masih tersisa.

Emitawati, warga sekitar yang ditemui, Sabtu (13/1/2018) mengungkapkan, diareal bekas RSU dan dibalik sisa bangunan peninggalan RSU yang walaupun masih ditempati salah seorang warga beserta keluarganya tersimpan cerita angker dan aneh. (Banjarmasinpost.co.id/Jumadi)

Penulis: Jumadi
Editor: Murhan
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help