Pemerintah Turki Cemaskan Warganya Ditangkap Sewenang-wenang di Amerika karena Ini

PemerintahTurki telah memperingatkan warganya untuk meninjau kembali rencana perjalanan mereka ke Amerika Serikat

Pemerintah Turki Cemaskan Warganya Ditangkap Sewenang-wenang di Amerika karena Ini
via KOMPAS.com
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, saat membuka KTT darurat OKI di Istanbul, Rabu (13/12/2017), untuk membahas langkah AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.(YASIN BULBUL / TURKISH PRESIDENTIAL PRESS SERVICE / AFP) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, ANKARA - PemerintahTurki telah memperingatkan warganya untuk meninjau kembali rencana perjalanan mereka ke Amerika Serikat atau untuk berhati-hati jika mereka tetap melanjutkan perjalanan.

Pada Jumat (12/1/2018), kementerian luar negeri Turki menyebutkan risiko serangan teroris dan juga penangkapan sewenang-wenang di sekutu Barat Turki.

"Dalam pengamatan, ada peningkatan dalam serangan teroris dan kekerasan di AS," kata kementerian luar negeri, merujuk pada beberapa insiden mematikan selama beberapa bulan terakhir.

"Serangan oleh kendaraan terhadap kerumunan orang, serangan bom dan senjata, kemungkinan akan terus menargetkan pusat kota, acara budaya, stasiun kereta bawah tanah, bangunan negara, tempat ibadah dan kampus sekolah," tambahnya.

Pernyataan itu juga mencantumkan risiko penangkapan sewenang-wenang bagi warga Turki yang bepergian ke AS.

Kementerian tersebut menyebutkan insiden baru-baru ini termasuk serangan di kampus Universitas Ohio, Bandara Fort Lauderdale-Hollywood, Masjid Dar Al-Farooq di Minnesota dan sebuah gereja di Texas.

Selain itu, serangan bom bawah tanah di kota New York pada Desember 2017 menjadi contoh insiden yang mengarah ke rasis.

Kementerian tersebut juga memperingatkan dugaan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga Turki, termasuk pegawai negeri yang bepergian ke AS untuk tugas resmi.

Langkah tersebut dilakukan setelah AS mengumumkan imbauan perjalanan baru pada Rabu lalu dan menyebutkan Turki sebagai negara dengan risiko keamanan yang meningkat bersama dengan Sudan, Pakistan dan Guatemala.

Secara terpisah, Turki memanggil diplomat senior AS Philip Kosnett ke Kementerian Luar Negeri di Ankara pada Kamis (11/1/2018) atas dukungan AS untuk pejuang Kurdi Suriah. (KOMPAS.com)

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help