Berita Balangan

Begini Penanganan BPBD Balangan Terkait Longsor di Belakang Kartor PLN Paringin

Musibah longsor yang terjadi di Batupiring tepatnya di belakang kantor PLN beberapa hari yang lalu akan segera ditangani.

Begini Penanganan BPBD Balangan Terkait Longsor di Belakang Kartor PLN Paringin
banjarmasinpost.co.id/elhami
Kondisi tanah longsor di Batupiring tepatnya di belakang kantor PLN langsung ditangan BPBD Balangan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Musibah longsor yang terjadi di Batupiring tepatnya di belakang kantor PLN beberapa hari yang lalu akan segera ditangani.

BPBD Balangan pun sudah melakukan peninjauan, sebelumnya telah mendata dan memberikan bantuan kepada korban yang rumahnya rusak karena longsor.

Dikonfirmasi, Senin (15/1/2018) Kepala BPBD Balangan Alive Yoesfah Love membenarkan bahwa longsor tersebut akan ditangani.

Lebih lanjut Alive mengatakan, pada saat melakukan peninjauan serta pengecakan kelapangan longsor memang cukup parah.

Baca: Daun Taguh Sehari yang Tumbuh di Meratus Juga Bisa Bikin Pemiliknya Kebal, Ini Cara Pemakaiannya

Baca: Kasihan, Bocah Ini Terus Menangis Menahan Sakit di Wajah akibat Kecelakaan yang Disebabkan Ini

"Pendataan serta pemberian bantuan sudah kami lakukan, selanjutnya akan kami buatkan perencanaan penanganan," ujarnya.

Menurutnya penanganan harus tepat oleh karenanya perlu ada penelitian struktur tanah dan bila memungkinkan di 2019 akan dianggarkan.

"Karena panjang dan lebar lokasi longsor terlebih dulu memerlukan penanganan yang komfrehensif," ucapnya.

Seperti diketahui longsor ini terjadi diakhir tahun 2017 yakni (25/12/2017) dua buah kontrakan milik Masrita rusak.

Baca: Save Meratus, Ini Aksi dan Pernyataan Sikap KAMMI Kalsel Dukung Penolakan Warga HST

Berdasarkan pengamatan BPBD Balangan daerah yang banyak rumahnya berdiri dibantaran sungai adalah Kecamatan Paringin dan Lampihong, sementara itu untuk kecamatan lainnya seperti Juai dan Halong relatif sedikit.

Namun, pihak BPBD mengimbau kepada warga yang rumahnya dibantaran sungai agar tidak menambah bangunan lagi dibelakangnya, karena akan mennghambat arus air, jika terhambat maka air cepat naik sehingga berpotensi tergerusnya tanah.

"Kami juga aktif menyampaikan lewat sosialisasi kebencanaan di tiap daerah yang didatangi, tak hanya longsong tetapi juga bencana lainnya," pungkasnya.(banjarmasinpost. co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved