Berita HST

Tabrak 7 Mobil Polisi, Anak Pengusaha Bangunan di Barabai Mengamuk di Mapolres HST

Warga Jalan Sarigading, Desa Banuabinjai, Kecamatan Barabai, HST, ini mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas milik Polres HST.

Tabrak 7 Mobil Polisi, Anak Pengusaha Bangunan di Barabai Mengamuk di Mapolres HST
istimewa
Tersangka Pelaku Mengamuk di Mapolres HST, M Rizki (22). 

BANJARMASINPSOT.CO.ID, BARABAI - M Rizki (21) bikin ulah di Mapolres Hulu Sungai Tengah, Minggu (14/1) pagi sekitar pukul 05.30 Wita. Warga Jalan Sarigading, Desa Banuabinjai, Kecamatan Barabai, HST, ini mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas milik Polres HST.

Entah apa penyebabnya, sambil mengendarai mobil Toyota Hilux nopol DA 9799 EI, Rizki masuk ke halaman kantor polisi dan menabrakan mobilnya ke sejumlah kendaraan milik Polres HST.

Ada tujuh unit kendaraan yang ditabrak Rizki, yakni Toyota Hilux warna hitam DA 9799 EI, Daihatsu Grand Max warna abu-abu nopol XIII-1108-24, Ford Ranger warna abu-abu nopol XIII-1901-33, truk Mitsubishi warna abu-abu nopol XIII-1071-33, truk Water Canon nopol XII-1076-33, sepeda motor Yamaha V-ixion warna abu-abu nopol XII-1051-33, dan sepeda motor Honda Beat warna Biru Hitam nopol DA 6414 UU.

Baca: Heboh Rizky Masuk Polres dan Tabrak Kendaraan, Kapolda Ingatkan Soal Standar Operasi PAM Mako

Baca: Kasihan, Bocah Ini Terus Menangis Menahan Sakit di Wajah akibat Kecelakaan yang Disebabkan Ini

Lelaki muda bertubuh gempal itu melarikan diri setelah satu petugas mengacungkan senjata api guna menghentikan aksi brutalnya. Namun sekitar satu jam setelah melakukan aksinya, Rizki berhasil ditangkap petugas di rumah orangtuanya di Jalan Sarigading.

Kapolres HST, Ajun Komisaris Besar Polisi Sabana Atmojo, mengatakan pihaknya sudah menetapkan Rizki sebagai tersangka.

“Ya, sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Sampai saat ini tersangka masih belum stabil saat diajak bicara. Apakah pura-pura atau tidak, kami masih mendalaminya,” ujar Sabana dihubungi, Minggu siang.

Baca: Begini Kronologi Mengamuknya M Rizky di Mapolres, Aksinya Berhenti Setelah Petugas Melakukan Ini

Terpisah, orangtua Rizki, H Diran, mengatakan putranya itu mengalami ganguan jiwa. Bahkan dia sudah dua kali menjalani perawatan di RSJ Jiwa Kandangan dan RSJ Sambang Lihum Banjarbaru.

“Setelah keluar dari Sambang Lihum, dia tak pernah mengamuk lagi. Saya juga tidak mengerti mengapa dia seperti itu,” tutur Diran yang mengaku memiliki surat yang menerangkan putranya pernah dua kali dirawat di rumah sakit jiwa.

Diran mengatakan dia akan memohon kepada pihak Polres mengantarkan anaknya kembali menjalani pengobatan ke RSJ Sambang Lihum.

“Soalnya, kalau kami yang mengantar, takut dia mengamuk di perjalanan. Kalau sama polisi, dia pasti takut,” ucap pengusaha bahan bangunan di Kota Barabai itu. (han/dwi)

Baca lebih lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Senin (15/1/2018)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help