Kisah Ilmu Kebal di Kandangan

Tanpa Mandi Kebal, Bayi Lahir 'Terbungkus Kulit' Diyakini Juga Miliki 'Kesaktian' Ini Sejak Lahir

Sebagian masyarakat di wilayah HSS juga ada yang percaya ilmu kebal yang ada mulai saat lahir.

Tanpa Mandi Kebal, Bayi Lahir 'Terbungkus Kulit' Diyakini Juga Miliki 'Kesaktian' Ini Sejak Lahir
Banjarmasinpost.co.id/aprianto
Abah Gunung saat memandikan orang yang ingin kebal di Kandangan, Kabupaten HSS, Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Ilmu kebal yang dipercaya sebagian masyarakat tidak hanya bisa diperoleh dengan bantuan orang lain atau benda-benda yang dipercaya membuat pemakainya menjadi kebal.

Sebagian masyarakat di wilayah HSS juga ada yang percaya ilmu kebal yang ada mulai saat lahir. Ilmu kebal ini dipercaya ada sejak pertama kali seseorang dilahirkan.

Saat lahir itu, orang yang memiliki ilmu kebal sejak lahir dalam keadaan terbungkus oleh kulit atau yang sering disebut orang Banjar “lahir bakulubut”.

Baca: Mengejutkan, Mandi Kebal Ternyata Juga Dilakukan Kalangan Berdasi hingga Polisi dan Tentara

Baca: Rizki, Pria yang Mengamuk di Polres HST, Ini Fakta Mengejutkan Terkait Dirinya

M Burhanudin Rabbani yang dikenal Abah Gunung di Desa Tabihi Kecamatan Padang Batung mengatakan orang yang lahir seperti itu dipercaya taguh bungkus atau taguh basalumur.

"Sangat jarang ditemukan. Perbandingannya dari ratusan bayi kemungkinan hanya ada satu yang lahir bakalubut," katanya, kemarin.

Selain itu, biasanya yang lahir bakalubut juga tidak menyadari dan orangtuanya cenderung merahasiakannya.
Khusus ilmu taguh ini, menurutnya memang sulit mencari pemecahnya atau pantangannya. Berbeda dengan mandi kebal yang pantangan utamanya dilarang berzina.

Baca: Ngeri, Mandi Kebal Abah Gunung, Langsung Dicoba Pakai Senjata Tajam di Badan atau di Rambut

"Pemecahnya tergantung saat bidan atau yang membantu melahirkan saat membelah kulit pembungkus bayi," lanjutnya.

Biasanya, untuk membelah pembungkus bayi itu digunakan banih (biji padi), daun sirih, kuku atau kulit bambu.

"Barang-barang itu yang bisa melukai orang yang kebal sejak lahir. Jadi harus diketahui benda apa yang digunakan saat membelah pembungkus bayi. Bila pakai banih maka kelemahannya banih. Bila pakai kuku berarti kelemahannya kuku," bebernya. (*)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved