Kriminalitas Tanahlaut

Empat Kali Ditelepon Pelaku Minta Duit, Baihaqi Minta Pencatut Jaksa Diburu

Korban pencatutan yang mengatasnamakan jaksa, Baihaqi berharap pelaku pencatut jaksa sebaliknya ditangkap.

Empat Kali Ditelepon Pelaku Minta Duit, Baihaqi Minta Pencatut Jaksa Diburu
Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid
Baihaqi, korban pencatutan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Korban pencatutan yang mengatasnamakan jaksa, Baihaqi berharap pelaku pencatut jaksa sebaliknya ditangkap. Itu dinilainya sangat meresahkan karena sudah kali keempat menelpon dirinya meminta sejumlah uang demi membebaskan ibunya dari dakwaan.

Baihaqi adalah putra tunggal, Plt Kepala Desa Kurau Utara terdakwa dugaan kasus tindak pidana korupsi dana APBDes Kurau Utara 2016 terhadap sejumlah kegiatan pembangunan fisik di Desa Kurau Utara, Kecamatan Bumimakmur.

Status Fahriah sudah terdakwa dan dititipkan di Rumah Tahanan Kelas IIb Pelaihari hingga tiba putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Banjarmasin. Baihaqi harus menemui jaksa untuk meminta surat besuk jika ingin melihat kondisi ibunya.

Kabar pencatutan yang mengatasnamakan jaksa juga meresahkan warganet di Kabupaten Tanahlaut. Pelaku juga menyebut dalam komunikasi dengan calon korban agar tidak diketahui LSM dan Wartawan.

Kepala Seksi Intelijen pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Stirman Eka Priya Samudera mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak polisi di Polres Tanahlaut untuk mengungkap pelaku pencatutan yang mengatasnamakan jaksa.

Baca: Barito Putera Vs Kalteng Putra, Skor Sementara 1-1, Rifqi Berhasil Menebus Dosa!

Ia berharap masyarakat tidak mudah tertipu jika ada yang meminta sesuatu dan mengatasnamakan jaksa yang berjanji menyelesaikan kasus atau perkara di Kejaksaan Negeri Tanahlaut.

Hal senada juga dikatakan Kepala Seksi Pidana Khusus, Tri Taruna Fariadi yang meminta masyarakat jangan mudah percaya dengan orang yang mengatasnamakan jaksa.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Tanahlaut AKP Alfian Tri Permadi dikonfirmasi membenarkan bahwa anggotanya diminta jaksa mengawal rencana pemancingan pelaku pencatut.

"Cuma rencana itu gagal karena pelaku tidak datang. Saya berharap masyarakat jangan mudah percaya jika ada yang mengatasnamakan polisi, jaksa, hakim atau dari Pemerintah Kabupaten Tanahlaut. Sebaiknya berkoordinasi dengan instansi yang disebut. Lebih baik mengadu dilengkapi dengan bukti kalau itu berbentuk pesan atau nomor telepon," katanya, Rabu (17/1/2018). (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help