Pilkada Serentak 2018

Tes Urine Tak Maksimal, BNN NTB Minta Calon Kepala Daerah Jalani Dua Tes Ini untuk Cek Narkoba

Selain pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani pasangan calon kandidat pilkada serentak, KPU meminta Badan Narkotika

Tes Urine Tak Maksimal, BNN NTB Minta Calon Kepala Daerah Jalani Dua Tes Ini untuk Cek Narkoba
KOMPASA.com
Kabid Rehabilitasi BNN NTB dr Yolly Dahlia (tengah) menjelaskan, saat ini KPU hanya meminta tes urine untuk mendeteksi paslon bebas narkotika. Dia berharap Pilkada berikutnya ada tes darah dan rambut untuk mendeteksi paslon bebas narkotika.(KOMPAS.com/Fitri) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MATARAM - Selain pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani pasangan calon kandidat pilkada serentak, KPU meminta Badan Narkotika Nasional ( BNN) melakukan tes urine pada para paslon untuk memastikan mereka bukan pecandu narkotika.

Kepala Rehabilitasi BNN NTB, Yolly Dahlia mengatakan, saat ini yang disepakati KPU hanya pemeriksaan melalui urine saja.

Ia berharap ke depan bisa dilakukan tes rambut dan tes darah.

“Bila diperlukan konfirmasi, maka konfirmasi itu dilakukan di BNN pusat. Jadi untuk saat ini BNN NTB hanya melakukan uji urinenya saja. Mungkin tahun-tahun ke depan ada perubahan, kami tidak tahu juga semua tergantung arahan dari pusat seperti itu,” tutur Yolly.

Baca: Pedangdut Cantik Ini Akui Gunakan Mistis Dayak untuk Tetap Eksis, Pakai Susuk Hingga Mandi Bungas

Baca: Terungkap dari Ekspose KPK, Aliran Dana Gratifikasi Bupati Rita Widyasari Ternyata Dibelikan Ini

Baca: Wanita PNS Nunukan Ini Heran Dilabrak Biduan Selingkuhan Suaminya, Ternyata Minta Diizinkan Nikah

Baca: Live Streaming Piala Presiden Kalteng Putra Vs Barito Putera, Derby Kalimantan Pembuka Laga Grup B

Yolly membenarkan tes urine sulit untuk mendeteksi seseorang menjadi pecandu atau tidak. Karena dalam waktu sangat singkat bisa tidak terdeteksi apakah apakah positif pengguna narkoba atau tidak.

“Ya memang kalau untuk urine itu bisa terdeteksi 5 sampai 7 hari ya,” kata Yolly yang juga sempat memproses rehabilitasi Reza Artamevia yang kemudian melakukan tes rambut untuk mengetahui tingkat ketergantungannya pada narkotika.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr I Komang Gerudug MPH menjelaskan, pemeriksaan para paslon dilakukan menyeluruh, baik fisik, psikis, termasuk pemeriksaan BNN. Pemeriksaan dilakukan 9-14 Januari mulai pukul 07.00-24.00 Wita.

"Kami telah berusaha seoptimal mungkin memberikan yang terbaik bagi negara ini, dan ini merupakan suatu pengabdian bagi IDI, bagi Himpsi (Himpunan Psikolog Indonesia) dan teman teman dari BNN," tegasnya.

Sejauh ini baru seorang Bakal Calon Gubernur NTB, Suhaili, yang dengan tegas menyatakan bebas dari narkoba. Di hari pertama pendaftaran, 8 Januari lalu, bupati Lombok Tengah ini menyatakan perang terhadap narkoba.

Suhaili mengaku, selama ini banyak yang mencurigai dirinya mengunakan narkoba. Namun ia berani bersumpah bahwa tidak menggunakan narkoba.

Ditanya apakah dia siap melakukan tes DNA memastikan dirinya bersih dari narkotika, Suhaili tertahan sesaat dan menyatakan siap dites DNA. “Siap, kapan saja,” tuturnya. (KOMPAS.com)

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help