Wow, Bakal Ada Wisata Baru di Loksado! Namanya Desa Seribu Bambu

Kabupaten Hulu Sungai kaya akan sumber daya alam seperti bambu. Untuk itu Kadishut Provinsi Kalsel,

Wow, Bakal Ada Wisata Baru di Loksado! Namanya Desa Seribu Bambu
Istimewa
Tim Dinas Kehutanan Kalsel berada di kawasan hutan bambu di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kabupaten Hulu Sungai kaya akan sumber daya alam seperti bambu.

Untuk itu Kadishut Provinsi Kalsel, Dr Hanif Faisol Nurofiq, beserta jajaran mengunjungi dan melakukan eksplorasi mendalam terkait potensi bambu tersebut.

Saat dikonfirmasi, dia menyatakan akan segera mengelola wisata Desa Seribu Bambu.

Baca: Live Streaming Piala Presiden Kalteng Putra Vs Barito Putera, Derby Kalimantan Pembuka Laga Grup B

Kegiatan pengembangan desa wisata bambu yang berlokasi di Desa Lumpangi Kecamatan Loksado yang dulunya juga pernah menjadi lokasi pengembangan budidaya bambu seluas 25 Ha oleh KTH Mantatai yang di prakarsai oleh BPDASHL Barito pada tahun 2011.

"Karena memang konsep kita selalu berkelanjutan maka pada tahun 2018 kita bersama sama BPDASHL Barito akan melakukan kembali pengembangan bambu seluas 200 Ha dalam wilayah kelola KPH Hulu Sungai," ucap Hanif.

Perencanaannya akan dialokasikan untuk menambah pengembangan budidaya eksisting.

Baca: Pedangdut Cantik Ini Akui Gunakan Mistis Dayak untuk Tetap Eksis, Pakai Susuk Hingga Mandi Bungas

Baca: Ngeri! Bocah Ini Jadi Pembunuh Berantai Termuda, Disebut Jelmaan Setan, Permintaannya Bikin Kaget!

Hutan bambu sangat menjanjikan prospeknya untuk dikembangkan, diantaranya masih banyak bambu tali atau bambu apus (Gigantochloa apus) yang merupakan jenis bambu potensial di daerah asia tropis.

Bambu ini sementara oleh masyarakat lokal banyak diusahakan untuk bahan baku pembuatan kerajinan tangan dan bahan bangunan.

Padahal Potensi bambu khususnya sangat besar ± 2.000 hektare.

"Kita patut bersyukur karena kearifan lokal masyarakat setempatlah yang membuat potensi bambu masih terjaga hingga saat ini, hal inilah yang menjadi alasan Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan untuk lebih menggali dan mengembangkan potensi hutan bambu melalui diversifikasi usaha bambu sehingga bambu yang selama ini hanya dijadikan reng untuk pagar atau kandang tapi dapat memiliki nilai jual lebih seperti dapat diolah menjadi kerajinan tangan atau lainnya," katanya.

Masih menurutnya, juga akan membangun pengembangan produk-produk olahan bambu (tusuk sate, anyaman bambu, dll) serta produk turunan lainnya. (BANJARMASINPOST.co.id/nia kurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved