Kriminalitas Tanahlaut

Bocah 11 Tahun Ditarik Paksa Lalu Direbahkan Pria Ini Saat Pulang Sekolah, Ini yang Terjadi Kemudian

pelaku diciduk polisi di lingkungan RT 10 Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut, Selasa (16/1/2018)

Bocah 11 Tahun Ditarik Paksa Lalu Direbahkan Pria Ini Saat Pulang Sekolah, Ini yang Terjadi Kemudian
Istimewa
Pelaku Golok di tahanan Mapolsek Panyipatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Rusmadi alias Golok (25) ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek Panyipatan, Kamis (18/1/2018).

Itu setelah pelaku diciduk polisi di lingkungan RT 10 Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut, Selasa (16/1/2018) sekitar pukul 18.00 Wita.

Informasi dihimpun, pelaku dikejar polisi karena diduga melakukan percobaan perkosaan terhadap korbannya, Selasa (15/1/2018) sekitar pukul 13.30 Wita.

Korban seorang bocah berusia 11 tahun, baru pulang dari sekolahnya melintas di lokasi perkebunan kelapa sawit milik PT Chandi Artha, Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan.

Baca: Heboh Video Mesum Pelajar Banjarmasin, di Jateng Beredar Video Porno Siswa SMP dan SMK

Pelaku mengadang korban yang melintas dengan sepeda pancal saat menuju rumahnya. Korban tak berdaya dengan pelaku saat ditarik menarik.

Korban terjatuh dari sepeda pajaknya ditarik pelaku sekitar 30 meter dari jalan kearah perkebunan kelapa sawit. Kaki korban diikat dengan dasi sekolah.

Beruntung saat korban direbahkan pelaku, korban berontak dan berteriak sehingga saksi yang melintas memergoki ulah pelaku.

Korban selamat karena pelaku kabur setelah melihat saksi mendekat. Korban ditolong saksi yang merupakan karyawan PT Chandi Artha.

Baca: LINK LIVE STREAMING O-Channel TV Madura United Vs Perseru - El Loco di Piala Presiden 2018?

Orangtua korban mengadu ke Polsek Panyipatan. Sesuai kesaksian dan ciri-ciri yang diingat pelaku, polisi mengejar Golok hingga berhasil ditangkap.

Kapolsek Panyipatan, Iptu Sidik Prayitno dikonfirmasi membenarkan bahwa keberhasilnya pengejaran pelaku itu karena ciri-ciri dari keterangan korban berkesuaian dengan pelaku.

"Pelaku juga mengakui memang ingin memperkosa korban saat pulang sekolah. Korban memang diketahui mengonsumsi obat terlarang," katanya.

Terkait pasca peristiwa itu, Sidik menjelaskan korban sudah tidak trauma dan sudah kembali normal bermain dan berangkat sekolah.

"Cuma imbauan kami, sebaiknya orangtua waspada dan mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah. Wilayah itu rawan kejahatan karena melintasi perkebunan karet dan perkebunan kelapa sawit," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved