Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

Curi Perahu di Rantaubujur, Ilmi Tertangkap Basah Saat Mengemudi Kelotok

Entah karena terdesak kebutuhan ekonomi, Ilmi (47) warga Desa Mantaas, KecamatanLabuanamas Utara, Hulu Sungai Tengah

Curi Perahu di Rantaubujur, Ilmi Tertangkap Basah Saat Mengemudi Kelotok
Shutterstock
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Entah karena terdesak kebutuhan ekonomi, Ilmi (47) warga Desa Mantaas, KecamatanLabuanamas Utara, Hulu Sungai Tengah nekat melakukan pencurian ke desa tetangga.

Dia mencuri sebuah perahu ces atau biasa disebut warga setempat kelotok, milik Arbain (25), warga Desa Rantaubujur, Rabu 17 Januari 2018 , sekitar pukul 03.00 Wita.

Namun, tak sampai 24 jam, perbuatan Ilmi, nelayan penangkap ikan itu ketahuan, setelah warga beramai-ramai melakukan pencarian, dengan menyisir wilayah perairan di kecamatan tersebut.

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, melalui Humas Polres HST Bripka Husaini, Kamis (18/1/2018) dalam press rilis tertulis, menjelaskan, pencurian berawal pada Rabu 17 Januari 2018 sekitar pukul 00.00 Wita korban mengikat perahunya di depan rumahnya.

Baca: LINK LIVE STREAMING Indosiar Persebaya vs PS TNI Hari Ini, Misi Manis Grup C Piala Presiden 2018

Sekitar pukul 06.30 wita perahu kelotok tersebut sudah tidak ada lagi. Korban pun curiga, ada yang mencuri. Selanjutnya, korban di bantu masyarakat bersama - sama mencari kelotok tersebut.

Pukul 20.30 wita, kelotok ditemukan.”Ketemunya di Desa Tabat Kecamatan Labuanamas Utara, HST. Saat itu perahunya sedang dikemudikan oleh tersangka,” kata Husaini.

Disebutkan, saat tertangkap basah sedang mengoperasikan kelotok itu, Ilmi pun tak bisa berkelit. Dia akhirnya mengakui mencurinya di desa Rantaubujur, sekitar pukul 03.00 Wita.

Selanjutnya, tersangka dan barang bukti dibawa ke POlsek Labuanamas Utara. Husini menyebutkan, atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp. 10.000.000.

Baca: Perbuatan Mesum Dilakukan di Garasi Tanpa Alas, Warganet: Duh malu-maluin Banjarmasin

Korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek LAU serta menuntut tersangka untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. “Tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan,”jelas Husaini.

Desa Mantaas, Rantaubujur dan Tabat, hingga Pahalatan merupakan desa di perairan rawa rawa di HST, yang hampir 100 persen warganya adalah nelayan penangkap ikan air tawar.

Saat ini, desa-desa tersebut masih terendam air limpahan wilayah hulu, yang membuat aktivitas warga setempat terbatas, karena tak hanya jalan yang dikepung banjir.

Tapi juga rumah-rumah penduduk. Warga pun menggunakan perahu/kelotok, sebagai sarana mencari nafkah, yaitu menangkap ikan. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved