BanjarmasinPost/

Berita Banjarbaru

Ini Komentar Psikolog Terkait Pesta Ngelem Anak-anak, Ternyata Ini Penyebabnya

Ditemukannya belasan anak dibawah umur yang sedang pesta ngelem di kamar hote di Banjarmasin menuai komentar

Ini Komentar Psikolog Terkait Pesta Ngelem Anak-anak, Ternyata Ini Penyebabnya
banjarmasinpost.co.id/khairil rahim
Sukma Noor Akbar, Psikolog ULM?. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Ditemukannya belasan anak dibawah umur yang sedang pesta ngelem di kamar hote di Banjarmasin menuai komentar dari Ketua Ikatan Psikolog Klinis Kalsel Psikolog FK ULM, Sukma Noor Akbar.

Penyebab permasalahan kenakalan remaja biasanya terbagi dua yaitu masalah psikososial karena hubungan yang tidak harmonis, kurang peduli, tidak diperhatikan oleh orangtua, dan masalah problema ekonomi seperti kemiskinan sehingga orangtua tidak mampu menyediakan kebutuhan anak seperti pendidikan yang layak dan kebutuhan untuk makan.

"Permasalahan dan karakteristik remaja bisa membuat remaja sangat rawan terjerumus hal yang negatif seperti inhalen atau "ngelem"," ujar Jumat (19/01/2018).

Adanya anggapan keren atau gaul ketika anak ngelem membuat anak mencoba untuk melakukannya serta agar anak diterima dikelompok teman sebayanya sehingga anak terlihat memiliki eksistensi.

Baca: Belasan Anak Punk Kembali Terjaring Satpol PP Kotabaru, Kebanyakan dari Sulawesi

Disamping itu bentuk pelarian diri dari permasalahan pada anak membuat anak ngelem. Budaya ngelem ini seperti biasa ditemukan dan sangat terang-terangan oleh anak kecil sekalipun, disebabkan bisa didapat dengan harga murah serta mudahnya mendapatkan lem karena keberadaannya legal dibandingkan narkoba.

"Ini tentunya menjadi ancaman bagi anak di bawah umur bagi masa depannya," tambahnya.

Efek dari lem yang bisa membuat halusinasi, melayang, rasa tenang karena mengandung depresan membuat anak menjadi kecanduan tanpa memikirkan efek dari lem yang merusak fisik dan mental bahkan bisa mematikan.
Penanganan anak "ngelem" nambah Sukma harus dilakukan dengan hati-hati sebab usia mereka yang masih labil.

Remajapun sebenarnya bisa menjadi korban karena usia mereka masih dalam pengawasan orang tua dan semestinya usia belasan anak yang ditemukan ngelem di kamar hotel di Banjarmasin masih usia sekolah sehingga peran pemerintah dalam hal ini dinas sosial, dinas pendidikan, BNN sangat penting untuk melalukan preventif dan rehabilitasi kepada anak yang kecanduan adiptif zat inhalen.

Penulis: Milna Sari
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help