Serambi Ummah

Inilah Resep Meredam Perpecahan di Kalangan Umat Islam ala MUI Kalsel

Menjamur komunitas keislaman, organisasi dakwah, kajian dan bertambah da’i, secara kuantitas memang patut disyukuri.

Inilah Resep Meredam Perpecahan di Kalangan Umat Islam ala MUI Kalsel
Halaman A Serambi Ummah Edisi Jumat (19/1/2018) 

Dari setiap pertemuan, MUI selalu membicarakan tema-tema Islam yang mempertebal dan memperkuat ukhuwah islamiyah. Artinya, MUI memang menyadari perbedaan itu ada dan nyata di masyarakat.

Tentu dari kesadaran itu, menurut Hafiz yang juga dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari itu, tinggal bagaimana MUI mengatasi perbedaan dan menjadi sebuah kekuatan bukan sebagai kelemahan, apalagi kehancuran.

“Oleh karena itu, melalui seminar dan forum-forum pertemuan, selalu membicarakan tentang sistem keseimbangan ini, tegasnya.

Perihal pengaplikasian di lapangan, ia menjelaskan tinggal bagaimana masing-masing himpunan atau komunitas tadi bisa menghargai dan menghormati tanpa saling menjatuhkan. Selain itu, anggota ormas bisa menerima pendapat dari ormas lainnya.

Baca: Ibu Sadis! Bunuh Dua Anaknya Sendiri YouTuber Cilik Lalu Bunuh Diri Terjun dari Jembatan

Penyebaran sistem Islam wasathiyah, juga dilakukan melalui sejumlah media. Dari media sosial hingga media cetak, tabloid yang diterbitkan oleh MUI. Dalam majalah itu, disampaikan tentang pemahaman Islam pertengahan ini.

Meski begitu, tidak bisa dipungkiri saat ini, terpantau ada saja ormas yang sangat agresif dalam tanda kutip mengarah ke negatif. Ormas tersebut mempermasalahkan pendapat orang lain, bahkan memisahkan orang. Juga melecehkan orang lain, seolah merekalah yang paling benar.

"Kami tentu tidak bisa mencegah, karena bukan kewenangan. Mengimbau tentu, agar menyampaikan pendapat, pemikiran, paham tapi tidak melecehkan, apalagi mencaci-maki. Bahkan membid'ahkan orang lain," terangnya. (ell)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved