Berita Kotabaru

Kelompok Masyarakat Gelar Aksi Demo Tolak Tambang di Kotabaru, Begini Tanggapan Sebuku Group

Aksi unjuk rasa penolakan rencana penambangan batu bara di Pulaulaut terjadi dua hari berturut-turut

Kelompok  Masyarakat Gelar Aksi Demo Tolak Tambang di Kotabaru, Begini Tanggapan Sebuku Group
BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah
Aksi demo menolak rencana tambang di Pulau Laut oleh PT Sebuku Group, Kamis (18/1/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Aksi unjuk rasa penolakan rencana penambangan batu bara di Pulaulaut terjadi dua hari berturut-turut kemarin..

Demo dilakukan oleh massa dari organisasi pedagang ikan dan nelayan (OPIN), serta aliansi masyarakat pulaulaut disikapi dingin pihak PT Sebuku Iron Lateritic Ores (Silo) atau Sebuku Group.

Direktur Operasional Sebuku Group Henry Yulianto dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan, pihaknya tidak bisa memberikan keterangan terkait aksi demo oleh pengunjuk rasa ke pemerintah daerah dan DPRD.

Menurut Henry, keputusan manajemen Sebuku Group, tidak dapat memberikan keterangan atau klarifikasi terkait penyampaian pendapat, itu karena tidak terkait langsung dengan operasional Sebuku Group.

Baca: Kotabaru Dihujani Demo Tolak Tambang di Pulaulaut

Ditambahkan Henry, pihaknya tetap menjalankan operasional sesuai izin yang diberikan dan sah dalam Undang-Undang izin usaha pertambangan operasi produksi (IUPOPP). Berdasarkan kepada dokumen amdal dan izin lainnya dimiliki Sebuku Group.

"Kami menghargai lembaga pemerintah yang berusaha keras untuk melindungi investasi di daerah. Investasi bagi kemajuan daerah ini," ucap Henry, Sabtu (20/1/2018).

Masih Henry, pihaknya berkeyakinan bahwa investasi Sebuku Group di Kabupaten Kotabaru akan berdampak positif untuk peningkatan pendapatan asli daerah dan pengembangan sumber daya manusia.

"Selama ini kami telah bekerja dan berinvestasi di Kabupaten Kotabaru dalam kondisi masyarakat yang kondusif, sebagai bukti kami mendapat dukungan penuh masyarakat dan pemerintah daerah," tandas Henry.

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help