Bumi Antaluddin

Masjid Su'ada Kembali ke Bentuk Aslinya

Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H Achmad Fikry menghadiri acara safari jumat sekaligus peresmian cagar budaya Masjid Su'ada

Masjid Su'ada Kembali ke Bentuk Aslinya
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H Achmad Fikry menghadiri acara safari jumat sekaligus peresmian cagar budaya Masjid Suada atau Masjid Baangkat di Desa Wasah Hilir Kecamatan Simpur, HSS, Jumat (19/1). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H Achmad Fikry menghadiri acara safari jumat sekaligus peresmian cagar budaya Masjid Su'ada atau Masjid Baangkat di Desa Wasah Hilir Kecamatan Simpur, HSS, Jumat (19/1).

Pada kegiatan ini juga dihadiri Wakil Bupati HSS H Ardiansyah, Ketua DPRD HSS Syamsuri Arsyad, Ketua MUI HSS KH Riduan Baseri, Kadis Pendidikan HSS Nordiansyah dan para pejabat lainnya.

Bupati HSS H Achmad Fikry mengatakan Masjid Su'ada yang sudah direnovasi ke bentuk aslinya harus dijaga dengan baik.

"Masjid ini merupakan peninggalan sejarah yang masih dapat berdiri kokoh sampai sekarang. Kita harus terus menjaga dan memeliharanya agar masjid tetap terlihat kokoh dan terawat," katanya.

Masjid Suada atau Masjid Baangkat
Masjid Suada atau Masjid Baangkat (banjarmasinpost.co.id/aprianto)


Peresmian renovasi masjid ba'angkat itu juga ditandai dengan penandatanggan prasastinya oleh Bupati HSS.

Masjid Su'ada terletak di Desa Wasah Hilir Kecamatan Simpur, Hulu Sungai Selatan (HSS) dibangun sejak 1908.

Masjid ini merupakan cagar budaya yang menjadi destinasi wisata relegi yang kerap dikunjungi baik wisata lokal, nasional hingga mancanegara.

Renovasi masjid kebentuk warna aslinya, merupakan langkah untuk melestarikan dan menjaga potensi warisan budaya yang sudah berumur ratusan tahun.

Renovasi untuk dinding masjid dilakukan baik di luar maupun dalam masjid.

Termasuk dengan tiang masjid juga dikembali ke warna aslinya.

Sebelumnya, Kepala dinas pendidikan HSS Nordiansyah melalui Kabid kebudayaan dinas pendidikan HSS, Sri Wiyono mengatakan renovasi masjid Su'ada untuk mengembalikan ke bentuk aslinya menggunakan dana APBD murni 2017.

Pengerjaan renovasi masjid Su,ada dilakukan sejak Juli 2017 lalu.
Dana yang digunakan untuk renovasi masjid dari APBD murni 2017 sebesar Rp 779 juta.

Dana ini digunakan untuk mengembalikan keaslian masjid. Mulai dari dinding luar dan dalam.

Pengembalian tiang masjid seperti asalnya dan atap masjid yang menggunakan sirap ulin.

Pengembalian cagar budaya nasional yang ada di HSS itu menurutnya untuk mengembalikan bentuk asli masjid Su'ada dan untuk mempertahankan akan masjid Su'ada tetap menjadi cagar budaya nasional.

Renovasi masjid yang dilakukan, dikatakannya tidak bisa sembarangan. Sebab, harus mengacu dengan UU No 11 tahun 2010 tentang cagar budaya.

Selain itu, pengerjaannya yang dilakukan juga harus berhati-hati agar tidak merusak keaslian dari bangunan masjid Su'ada. (*/aol)

 Simak pula informasi mengenai Kabupaten Hulu Sungai Selatan di tautan berikut ini: Link 1

Penulis: Aprianto
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help