Kriminalitas HSS

Dua Warga Daha Tak Berkutik Dibekuk Saat Transaksi Pil Jin di Pinggir Jalan

Mereka yang diamankan yakni Risani (41) warga Desa Muning Tengah Kecamatan Daha Selatan dan Yuseran (57) warga Desa Bayanan Kecamatan Daha Selatan.

Dua Warga Daha Tak Berkutik Dibekuk Saat Transaksi Pil Jin di Pinggir Jalan
(Polres HSS)
Barang bukti 900 butir Carnophen yang disita petugas dari kedua tersangka. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Satuan Reskrim Narkoba (Satresnarkoba) Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) kembali berhasil mengamankan pelaku pengedar obat-obat terlarang di wilayah hukumnya.

Dua warga Daha Selatan diamankan anggota Satreskrim Polres HSS karena terbukti mengedarkan obat sediaan farmasi jenis carnophen tanpa izin,
Sabtu, (20/1) pukul 15.00 wita.

Mereka yang diamankan yakni Risani (41) warga Desa Muning Tengah Kecamatan Daha Selatan dan Yuseran (57) warga Desa Bayanan Kecamatan Daha Selatan.

Baca: Astaga, Hilang Saat Pasang Jala Ikan, Ketika Ditemukan Warga Katingan Berada di Mulut Buaya Sebangau

Baca: Heboh, Order Gocar Atas Nama Nabi Muhammad, Begini Saat Nomornya Dihubungi

Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko SIK melalui Kasubbag Humas IPTU Ghandi Ranu S membenarkan dengan penangkapan dua pelaku pengedar obat carnophen.

"Dari mereka ditemukan barang bukti sebanyak 900 obat carnophen tanpa izin yang dibungkus plastik," katanya, Senin, (22/1/2018).

Penangkapan keduanya berawal adanya tingkah laku yang mencurigakan dari kedua pelaku saat berdiri di pinggir jalan.

Baca: Mengejutkan, Berani Bayar Mahal, Ternyata Uang Kuno Jadi Syarat Pengobatan Alternatif dan Jimat

Saat diperiksa itu, keduanya melakukan transaksi jual beli. Barang bukti yang berhasil diamankan merupakan milik Yuseran.

Barang sebanyak 900 butir carnophen itu dibeli Risani dengan harga Rp 600 ribu dan rencananya akan dijualnya kembali.

"Carnophen yang ditemukan itu terdiri dari sembilan box. Satu box berisi 100 butir carnophen," lanjutnya.

Kedua pelaku saat ini sudah mendekam di Rutan Polres HSS untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dijerat pasal 197 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar. (*)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help