Berita Hulu Sungai Utara

Limbah Kaca untuk Uruk Tanah, Dinas Perkim dan LH Belum Miliki Pembuangan Limbah B3

Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terkenal dengan kerajinan lemarinya, baik dari kayu ataupun aluminum dan kaca.

Limbah Kaca untuk Uruk Tanah, Dinas Perkim dan LH Belum Miliki Pembuangan Limbah B3
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati
Limbah kaca 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terkenal dengan kerajinan lemarinya, baik dari kayu ataupun aluminum dan kaca. Di Kecamatan Amuntai Tengah dan Amuntai Selatan paling banyak pengrajin.

Hasil kerajinan mereka bahkan sudah dijual hingga ke berbagai daerah.

Namun sayangnya para pengrajin ini masih membuang limbah kaca sisa penggunaan dibawah rumah mereka.

Rumah panggung memang menyisakan tanah yang bisa digunakan untuk membuang limbah kaca. Tapi jelas akan merusak lingkungan dan membahayakan warga sekitar.

Selain itu limbah kaca juga dibuang di pinggir jalan, meskipun lahan tersebut adalah milik pribadi namun jelas tidak baik untuk lingkungan.

Baca: Hasil Babak Pertama Kalteng Putra Vs Mitra Kukar, Skor 0-1, Hendra Bayauw Pecahkan Kebuntuan

Pasalnya untuk membuang limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) perlu memiliki izin. Limbah kaca termasuk kedalam kategori Limbah B3.

Wardi warga Desa Tapus Kecamatan Amuntai Tengah mengatakan limbah kaca biasanya memang dibuang di lahan kosong milik pribadi pebgusaha mebel. Karena memang tidak ada tempat khusus untuk membuang limbah kaca tersebut.

Karena membuangnya di lahan pribadi maka warga sekitar juga tidak keberatan. "Kadang limbah kaca memang sengaja dibuang di lahan kosong sekaligus untuk pengurukan," ungkapnya.

Dalam seminggu biasanya pengrajin menghasilkan puluhan lemari yang juga menyebabkan banyaknya limbah kaca yang mesti dibuang. Berbeda dengab limbah aluminium yang masih bisa dijual kembali.

Halaman
12
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help