Ekonomi dan Bisnis

Memperluas Jaringan Penjualan Jadi Kendala UKM di Banjarbaru

Banjarbaru menurutnya patut berbangga karena kekayaan kulinernya, salah satu adalah klemben waluh The Pumpkins.

Memperluas Jaringan Penjualan Jadi Kendala UKM di Banjarbaru
banjarmasinpost.co.id/hasby
Klemben De Pumpkin

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meraih juara satu kategori ide bisnis kuliner unggulan di event Banjarbaru Food and Culinary Festival 2017 lalu menjadi motivasi bagi Yayuk Marliana untuk tetap mempertahankan kualitas klemben labu atau waluh cap De Pumpkins.

Diakuinya tentunya masih ada beberapa kendala agar terus bisa mengembankan usaha yang dirintisnya sejak 2015 lalu. Terutama kendala pada memperluas jaringan pemasaran.

Klemben waluh yang diproduksinya tanpa bahan pengawet dan mudah hancur, namun untuk kendala ini sudah bisa diatasinya dengan menggunakan vacuun, sehingga kedepannya bisa di kirim ke luar kota melalui ekspedisi.

“Klemben bikinan saya tidak pakai bahan pengawet. Kendala lain adalah ketersediaan bahan baku, yang selama ini didatangkan dari luar kota,” katanya.

Baca: Beruntung, Turis Indonesia Menang Uang Cash Rp 10 Miliar di Bandara Changi

Berbagai upaya dilakukan untuk bisa mengatasi kendala, mulai dari mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan mutu dan pelayanan produk. Dia merasakan manfaat mengikuti pelatihan yang digelar oleh PLUT Kota Banjarbaru, saat itu pelatihan menggunakan mesin vacuum.

Sedangkan kendala ketersediaan bahan baku, dirinya sudah bisa mengatasinya. Yakni dengan cara menjalin kerjasama dengan petani waluh di Kabupaten Banjar dan petani labu di Landasan Ulun Banjarbaru.

Dirinya juga sedang menjajaki kerjasama dengan dinas terkait untuk lebih meningkatkan kuantitas dari produk turunan waluh. Harapannyaa lebih banyak bisa menyerap hasil pertanian waluh, dan bisa membuka lapangan pekerjaan dan mensejahterakan petani.

Banjarbaru menurutnya patut berbangga karena kekayaan kulinernya, salah satu adalah klemben waluh The Pumpkins.

Terlebih klemben waluh ini masuk dalam lima besar provinsi saat pemilihan master oleh-oleh Blueband, juga memenangkan kursi UKM Wow yang digelar Markplus.

Baca: Heboh, Order Gocar Atas Nama Nabi Muhammad, Begini Saat Nomornya Dihubungi

“Penjualan lebih banyak lewat online, saat ini baru wilayah Banjarbaru, Banjarmasin dan sekitarnya. Sedangkan untuk wilayah Barabai, Pelaihari, Muara Teweh Kalteng melalui jaringan reseller,” jelasnya.

Produksi setiap hari fluktuatif, sekitar 12-20 loyang untuk kelemben, dan ditambah dengan kue-kue olahan waluh lainnya. Seperti brownies waluh, puding waluh, pie waluh, roti waluh dan olahan waluh lainnya.

“Harga penjualan Rp 45 ribu sampai Rp 55 ribu per box, untuk kelemben waluh, tambahnya.

Dia menambahkan, bahan utamanya dari bubur waluh, lebih sedikit penggunaan gula dan terigu, manisnya lebih banyak dari rasa labunya, lebih alami. Labu sendiri memiliki banyak kandungan gizi. (*)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help