Berita Kotabaru

Aksi Massa Pendukung Tambang di Pulaulaut, Korlap Demo : Kami Perlu Bekerja dan Makan

Sekitar 500 massa yang mayoritas dari warga sekitar mendukung rencana penambangan. Massa pendukung aksi demo masih berdatangan.

Aksi Massa Pendukung Tambang di Pulaulaut, Korlap Demo : Kami Perlu Bekerja dan Makan
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Demo mendukung penambangan batu bara di Pulaulaut Kotabaru di Halaman Kantor DPRD Kotabaru, Selasa (23/1/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Aksi unjuk rasa oleh massa pendukung rencana penambangan batu bara oleh PT Sebuku Group bekerja sama koperasi TNI di depan kantor DPRD Kotabaru, Selasa (23/1/2018) terus berlangsung.

Sekitar 500 massa yang mayoritas dari warga sekitar mendukung rencana penambangan. Massa yang dikabarkan berjumlah 1.700 orang, itu masih berdatangan.

Mereka menggunakan kendaraan roda dua, minibus dan beberapa buah truk dump.

Kaharani, salah satu koordinator lapangan unjuk rasa dalam orasinya menyampaikan, mereka mendukung rencana penambangan Pulaulaut oleh PT Sebuku Group bekerja sama dengan koperasi TNI secara resmi.

Baca: Demo Tolak Tambang Kembali Guncang Kotabaru, Massa Berkumpul di Tiga Lokasi

Baca: Pendemo Desak Pemkab dan DPRD Kotabaru Buat Pernyataan Tertulis Tolak Tambang Pulaulaut

Baca: Hari Ini Giliran Massa Dukung Tambang di Pulaulaut Lakukan Demo di Kotabaru

"Kami mendukung pertambangan di Pulaulaut. Karena kami juga ingin bekerja dan perlu makan. Jadi jangan sebar isu yang tidak benar dan menyesatkan masyarakat. Seperti isu tenggelam. Perlu diketahui yang akan ditambang hanya 1,8 persennya dari luas Pulaulaut.

Ditambahkan Kaharani, mereka sebagai masyarakat mendukung rencana penambangan di Pulaulaut. Karena ada hak akan mereka dapatkankan dari program corporate social responsibility (CSR).

Orasi senada juga diungkapkaN Bahri, koordinator lapangan lainnya mengungkapkan, pihaknya mendukung penambangan di Pulaulaut oleh PT Sebuku Group bekerja sama dengan koperasi TNI.

Karena mereka menilai PT Sebuku Group memiliki legalitas yang jelas dan dikeluarkan oleh negara.

"Bukan penambangan ilegal. Begitu selesai mengeruk kemudian pergi," teriaknya dalam orasi.(*)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved