Berita Hulu Sungai Tengah

Anggota Kodim 1002 Barabai, Kawal Pendistribusian Pupuk Bersubsidi, Ini Tujuannya

Memasuki musim tanam di sebagian wilayah, Petani di Kabupaten Hulu Sungai Tengah membutuhkan pupuk.

Anggota Kodim 1002 Barabai, Kawal Pendistribusian Pupuk Bersubsidi, Ini Tujuannya
ISTIMEWA
Penyaluran pupuk bersubsidi ke desa-desa di Kecamatan Labuanmas Selatan, yang dikawal dan diawasi anggota TNI dari Kodim 1002 Barabai. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Memasuki musim tanam di sebagian wilayah, Petani di Kabupaten Hulu Sungai Tengah membutuhkan pupuk. Pemerintah pun menyalurkan pupuk bersubsidi, 16 sampai 17 Januari lalu ke Kecamatan Labuanamas Selatan.

Agar tepat sasaran tak ada penyimpangan, pupuk bersubsidi tersebut pendistribusiannya di kawal anggota TNI dari Kodim 1002 Barabai.

Kepala Seksi Teritorial Kodim 1002 Barabai, Kapten Nurali, kepada BPost Online, Rabu (24/1/2018) menjelaskan, selain mengawal pendistribusian, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap penyalurannya.

Penyaluran dilakukan dua tahap di tiga Desa di Kecamatan Labuanamas Selatan. Pupuk jenis phonska dan urea dibawa dari kios H Ipul, Pantaihambawang Barat.

Baca: Mau Menikmati Gerhana Bulan Total 31 Januari Nanti? Ikuti Tips Ini Biar Nggak Kehilangan Momen

“Selanjutnya diserahkan kepada petani melalui kelompok tani masing-masing,” jelas Nurali.

Disebutkan, kelompok tani yang mendapatkan menerima pupuk bersubsidi,adalah kelompok tani Darang Usaha di Desa Mundar, sebanyak 59 sak, berisi 50 kilogram per saknya.

Kemudian, Kelompok Tai Tawakal di Desa Tabudarat Hulu sebanyak 25 sak, dan Kelompok Tani Berkat Membangun desa Sungai Rangas, juga 25 sak.

Baca: Angel Lelga Berkomentar ini Ditanya Hubungan Lamanya dengan Rhoma Irama, Bikin Tertawa

Keterlibatan TNI dalam pengamanan dan pengawasan pendistribusian pupuk, jelas Nurali dalam rangka membantu pemerintah, agar pupuk bersubsidi benar-benar sampai ke petani, dan memudahkan mereka membeli dengan harga subsidi di desa masing-masing.

Dengan begitu tidak ada yang mempermainkan harga.

Sementara itu, Syarif salah satu petani dari Sungai Rangas yang saat ini telah menanam padi 24 borongan mengakui pupuk bersubsidi tersebut telah disalurkan di desanya.

Menurutnya, meski harga di toko dengan harga subsidi hanya selisih sedikit, yaitu beda Rp 5000 per sak, namun cukup membantu, karena pupuk langsung tersedia di desa, dan lebih mudah membeli ke kelompok tani, tanpa harus ke toko pupuk di kecamatan.

Berapa harga pupuk per sak? Syarif menyatakan, untuk jenis phonska Rp 130 ribu, dengan harga subsidi Rp 125.000.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved