Kriminalitas Kabupaten Banjar

Aksi Mengembat HP Terekam CCTV, Pemuda Warga Simpang Empat Dijebloskan ke Tahanan

Harapannya yang semula ingin memiliki handphone baru, kini ternyata harus kandas di balik tralis besi Mapolsek Simpang Empat.

Aksi Mengembat HP Terekam CCTV, Pemuda Warga Simpang Empat Dijebloskan ke Tahanan
banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul gani
Arbani warga Desa Balian Simpang Empat Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Apes bagi Arbani alias Bani, warga Desa Balian Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar Kalsel.

Harapannya yang semula ingin memiliki handphone baru, kini ternyata harus kandas di balik tralis besi Mapolsek Simpang Empat.

Bani sebelumnya ditangkap unit reskrim Polsek Simpang Empat yang dipimpin langsung Bripka Gerek Sutarna di rumahnya, pada Senin (22/1/2018) lalu.

Ia semula dituding mengutil sebuah handphone bermerk OPPO F5 di sebuah toko modern di Jalan A Yani Kilometer 76, Jumat (19/1/2018) malam lalu.

Informasi diperoleh, Bani Jumat malam itu semula memang sedang berbelanja di toko modern yang tidak jauh dari rumahnya.

Baca: Harus Pakai Kain Pembungkus Orang Mati, Kelambu Banjar Sudah Ada Sejak Pangeran Suryanata

Namun saat ia hendak membayar sejumlah barang yang dibelinya, tiba-tiba warga Batu Balian itu pun melihat sebuah handphone korban tergeletak di meja kasir.

Niat jahat Bani muncul. Lewat memanfaatkan kelengahan korban, tangan kemudian bergerak cepat mengutil barang elektronik tersebut.

Namun tak berselang lama ia memiliki handphone canggih itu, perbuatanya ternyata terungkap lewat CCTV di toko modern.

Bani pun dijemput oleh anggota Polsek Simpang Empat, Senin malam. Tanpa perlawanan, ia juga mengakui perbuatan tersebut.

Baca: Makin Langka, Kelambu Banjar Ini Selalu Dipesan Para Gadis Cempaka yang akan Menikah

"Iya, malam itu saya ambil handphone. Tapi bukan untuk dijual, melainkan dipakai sendiri," ujarnya.

Sedangkan Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete melalui Kapolsek Simpang Empat, AKP Wahyu Ismoyo Jayawardana saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya kini pelaku pun dijerat dengan pasal 363 tentang pencurian.

"Ia diancam hukuman penjara maksimal tujuh tahun," tandas AKP Wahyu. (*)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help