Berita Hulu Sungai Tengah

Petani Pengambau Hulu Panen Ketiga Saat yang Lain Baru Tanam, Ini Penyebabnya

warga petani di desa Pangambau Hulu Kecamatan Haruyan, justru sedang gembira menyambut panen.

Petani Pengambau Hulu Panen Ketiga Saat yang Lain Baru Tanam, Ini Penyebabnya
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Petani Desa Pengambau Hulu, Kecamatan Haruyan, Hulu Sungai Tengah, panen ketiga padi di sawah mereka, Kamis (25/1/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Di saat petani lain di sebagian wilayah Hulu Sungai Tengah baru mulai tanam padi, warga petani di desa Pangambau Hulu Kecamatan Haruyan, justru sedang gembira menyambut panen.

Panen kali ini adalah panen ketiga, dalam setahun dengan dukungan fasilitas irigasi sekunder di desa yang menjadi terluas perswahannya se-kecamatan.

Mahdi, salah satu petani menyatakan, sangat bersyukur selama tiga kali tanam dalam setahun, padi tumbuh dengan subur.

“Alhamdulillah, berkah ini sangat kami syukuri,”kata Mahdi, Kamis (25/1/2018) saat memanen padi di sawahnya yang menguning, bersama istri dan putranya, yang sudah diterima bekerja di PT PLN Kalselteng, di Palangkaraya, Kalteng yang sedang cuti kerja.

Baca: Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Bikin Guru di Paminggir Resah

Baca: Mata Najwa Ungkap Beda Anies dari Sandi dalam Menjawab Kritikan, Sandi Terima Masukan Anies Protes

Selain keluarga Mahdi, petani lainnya juga melakukan panen di lahan masing-masing, sehingga hamper tiap hari pemandangan orang memetik padi di desa yang sejuk ini terlihat hamper tiap hari, sejak pertengahan Desember 2017 tahun.

Kepala Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Haruyan Arbainah, mengatakan, hamparan sawah di Desa Pengambau Hulu ini memang termasuk yang terluas di Kecamatan Haruyan, yaitu 138, 5 hektar.

“Petani di Desa Pangambau ini sangat beruntung karena sawah mereka diari irigasi sekunder sehingga dapat bercocok tanam tiga kali dalam setahun,” katanya.

Menurut Arbainah, hamparan sawah seluas seratus hektar lebih ini dikelola oleh empat kelompok tani (koptan) yaitu Koptan Sinar Harapan, Koptan Sinar Lok Laga, Bumbubhak dan Koptan Hilir Mesjid.

Baca: 10 Fakta Pernikahan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan Yulistra Ivo, Nomor 9 Sangat Religius!

“Hamparan sawah keempat koptan tersebut menyatu dengan hamparan sawah Desa Tabat Padang seluas 82,4 hektar. Pada saat ini kegiatan petani memang sudah pada tahap penen, namun yang tidak secara serentak,” ujar Arbainah.

Arbainah memperkirakan panen padi di Desa Pangambau Hulu dan Tabat Padang ini akan selesai di awal bulan Februari nanti. Sementara, pantauan BPost di persawahan Jalan Lingkar Walangsi-Kapar, petani setempat baru melaksanakan tanam.

“Sebagian ada yang baru tanam, tapi ada juga yang sudah menanam sejak sebulan yang lalu,”ungkap petani di Jalan Lingkar.

Dia berharap, setelah tanam ini, tak ada lagi banjir yang bisa merusak tanaman padi. “Asal tak diterjang banjir, insya Allah hasil panennya memuaskan,”ungkap petani tadi. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved