Serambi Ummah

Suka Membagikan Video Tausyiah di Media Sosial? Begini Hukumnya Menurut Ustadz Abdul Somad

Sekarang adalah zamannya digital, serbaelektronik dan kekuatan internet dimana-mana. Beberapa tahun belakangan ini,

Lantas, jika kita mengirimkan pesan-pesan atau video-video berisi kebaikan, berapa besar pahala yang bakal kita dapatkan?

Menurut Ustad Abdul Somad, pahalanya besar sekali, bahkan bisa jadi lebih banyak dari seorang penceramah di satu majelis pengajian.

“Dia tidak berceramah tetapi pahalanya lebih banyak dari pahala penceramah. Kenapa? Karena dia yang merekam, dia yang menyunting videonya, dia yang mengunggah, dia yang membagikan dan ketika itu ditonton oleh seluruh orang di muka bumi, mengalir banyak pahala kepadanya. Dia screenshot, kirim ke WA saya, video Ustad Somad yang ini sudah ditonton dua juta orang. Dia tidak ustad,” ujarnya.

Baca: Majelis Hakim Heran Atas Repons Gamawan Fauzi Ini yang Tahu Ada Uang Rp 78 M untuk Kemendagri

Baca: Banyak yang Meragukan, Warga Jakarta Justru Antusias Serbu Rumah DP 0 Rupiah

Dia kemudian membandingkannya dengan ustad yang berceramah di sebuah majelis, pendengarnya hanya puluhan atau mungkin ratusan orang.

“Andai saya ceramah di masjid, naik ke mimbar untuk berceramah, paling-paling yang dengar hanya 50 orang. 100 orang jemaahnya, yang 50-nya lagi tidur,” ujarnya sambil berkelakar.

Kondisinya akan berbeda dengan anak muda zaman sekarang yang pandai ilmu teknologi dan rajin membagikan video-video berisi kebaikan seperti ceramah tentang agama Islam.

“Pandai dia menggunakan kamera, pandai dia menyunting video, pandai dia membagikannya ke internet, dua juta orang penontonnya, banyak mengalir pahalanya. Inilah dia namanya multilevel marketing yang mantap,” jelasnya. (banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal)

Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved