Berita Banjarmasin

Gubernur Kalsel Paman Birin Cabut Tiga Izin Tambang Batu Bara di Kotabaru, Ini Alasannya

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor tidak merestui tambang di Kecamatan Pulau Laut Kotabaru tersebut.

Gubernur Kalsel Paman Birin Cabut Tiga Izin Tambang Batu Bara di Kotabaru, Ini Alasannya
Harian Banjarmasin Post Edisi Sabtu (27/1/2018) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menyikapi aspirasi masyarakat terkait penolakan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari warga Kabupaten Kotabaru, akhirnya Pemprov Kalsel menolak pengajuan perizinan tiga perusahan tamban di Pulau Sebuku, Kotabaru.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor tidak merestui tambang di Kecamatan Pulau Laut Kotabaru tersebut.

Hal itu dibuktikan dengan lahirnya SK Gubernur Kalsel nomor 503/119/DPMPTSP/2018 dan SK Gubernur Kalsel nomor 503/120/DPMPTSP/2018, serta SK Gubernur Kalsel, nomor 503/121/DPMPTSP/2018, tentang pencabutan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) tiga perusahaan tambang di Pulau Laut.

Baca: 8 Tahun Kumpulkan Pundi Uang di Hongkong, TKW Ini Malah Terbaring Akibat Intim dengan Pria Nepal

Baca: Kejam, Para Pemuda Bantai 5 Kucing Lalu Siap Dibakar untuk Dimakan, Netizen Pun Marah

Baca: Kuota Taksi Online Kalsel Hanya 980 Unit, Tinggal Tunggu Gubernur, Akhir Januari Disosialisasikan

Pertama, pencabutan Izin usaha pertambangan PT Sebuku Sejaka Coal 8.139,93 Ha. Kedua pencabutan IUP PT Sebuku Tanjung Coal seluas 8.990.38 Ha dan ketiga PT Sebuku Batubai Coal seluas 5140,89 Ha. Keputusan pencabutan izin ini berlaku sejak 26 Januari 2018

“Pemprov Kalsel sudah secara tegas menolak perizinan pertambangan di Kabupaten Kotabaru tersebut," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, H Nafarin, Jum’at (26/1/2018).

Menurutnya, ada beberapa dasar dan pertimbangan sehingga Pemprov Kalsel tegas untuk menolak dan mencabut izin pertambangan ini. Yakni aspirasi masyarakat melalui Peraturan Bupati Kotabaru 29 Desember 2004 berupa larangan aktivitas pertambangan Batubara di Pulau Laut.

Baca: Dishub: Hanya 400 Unit Taksi Konvensional yang Boleh Bergabung ke Taksi Online di Kalsel

Baca: Ajaib, Uang Kuno Soekarno Ini Bisa Bergerak dan Melengkung Sendiri Saat Ditaruh di Tangan

Selain itu juga adanya rekomendasi Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Kotabaru pada 2010, Forum Komunikasi Warga Gerakan Penyelamat Pulau Laut. Selain itu ada kajian akademis dari tim peneliti ULM bahwa kemampuan Pulau Laut dalam menyimpan air rendah sehingga musim kemarau tidak mampu menyuplai air bersih.

“Jangankan diekplorasi, saat musim kemarau saja itu kekeringan, apalagi kalau nanti di tambang," tandasnya.(*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help