Berita Hulu Sungai Tengah

Ponpes Darul Quran Al Mansyur Butuh Ruangan Kelas, Santri Penghapal Alquran Masih Belajar di Musala

Pondok Pesantren Darul Quran Darul Darul HufaZh Futuhatus Shamdaniyah Ma’dad Al Mansyur di Desa Walangko Kecamatan Labuananamas Utara

Ponpes Darul Quran Al Mansyur Butuh Ruangan Kelas, Santri Penghapal Alquran Masih Belajar di Musala
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Santri putri penghapal Alquran sedang belajar dibimbing ustadz KH Abdul Samad, Minggu (28/01/2018). 150 santri putra dan putrid di Ponpes Almansyur Desa Walangku, Kecamatan Labuanmas Utara, Hulu Sungai Tengah ini belum memiliki ruang kelas untuk belajar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pondok Pesantren Darul Quran Darul Darul HufaZh Futuhatus Shamdaniyah Ma’dad Al Mansyur di Desa Walangko Kecamatan Labuananamas Utara, Hulu Sungai Tengah, kini kesulitan mengembangkan tempat belajar.

Masalahnya, berbagai fasilitas yang dibutuhkan masih terbatas dan belum tersedia.

Padahal, ponpes tahfiz (penghapal) Alquran ini sangat diminati anak-anak dari berbagai daerah yang ingin menjadi tahfiz/tahfizah. Namun, karena kondisi keterbatasan tersebut fasilitas tersebut, pihak lembaga pendidikan Islam tersebut terpaksa membatasi jumlah santri.

Menurut pengasuh yang juga ustadz di Ponpes Al Mansyur, KH Abdul Samad saat ini yang sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan belajar.

Antara lain belum tersedianya ruang kelas. Sedangkan tempat tidur, kamar mandi, tempat wudhu dan WC yang terbatas, hingga para santri terpaksa antre.

Baca: Hasil Akhir Persebaya Vs Madura United - Skor 1-0, Persebaya ke 8 Besar Piala Presiden 2018

Khusus untuk ruang kelas tempat belajar, sampai sekarang masih menggunakan ruang musala, yang sekaligus di bagian belakangnya menjadi tempat tinggal ustadz pengasuh ponpes.

Dijelaskan, selama ini operasional ponpes dibiayai jemaah pengajian serta orangtua santri.

Normansyah, Sekretaris Lembaga Pendidikan Islam Darul Quran AL Mansyur menambahkan, bangunan yang ada di lingkungan Ponpes semuanya sudah tua, terbuat dari papan kayu. Satu-satunya bangunan baru hanya Musala yang juga berfungsi ebagai ruang belajar dan tempat pengajian untuk masyaraat umum.

“Untuk musala itu, sebagian dana pembangunannya di bantu Pemkab HST melalui hibah Rp 150 juta pada 2016 lalu,”kata Norman.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved