Status Irwan Tjahjadi Tahanan Titipan Kejari Banjarmasin

Menurutnya, jika kemudian dari Kanwil Pajak jika ingin melakukan penempatan penyandaraan atau yang di sebut gijzeling.

Status Irwan Tjahjadi Tahanan Titipan Kejari Banjarmasin
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, Imam Suyudi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Senada dikatakan Imam Suyudi.

Menurutnya, jika kemudian dari Kanwil Pajak jika ingin melakukan penempatan penyanderaan atau yang di sebut gijzeling.

"Kalau nanti ada Ditjen pajak mau melakukan penyanderaan kepada pengemplang pajak, kita tidak rekomendasikan ke Lapas Teluk Dalam," kata Imam Suyudi.

Pemalsu SPT pajak tersebut, sudah mendekam di tahanan.

Anehnya dari Dirjen Pajak, sampai saat ini belum menggunakan power atau kekuasaannya untuk melakukan gijzeling kepada para pengemplang pajak asal kalsel.

Baca: Pemeran Klip Lagu Banjar Kasih Putus Diluhuk Badangsanak Ungkap 3 Kali Mimpi Bertemu Makhluk Gaib

padahal, jelas sel tersedianya sel penyanderaaan bagi pengemplang pajak tersebut adalah tindak lanjut dari instruksi Kementerian Hukum dan HAM RI, direktorat Jendral Pemasyarakatan Jakarta, tanggal 30 Januari 2015 perihal Penitipan Penanggung Pajak yang disandera di Lapas/Rutan dan instruksi dari Kakanwilkum Ham Kalsel.

Serta, mengacu juga pada keputusan bersama Menteri Keuangan RI, dan Menteri Kehakiman dan HAK Azazi Manusia RI, no M-02.UM 09.01 tahun 2003, tentang tatacara penitipan penanggung pajak yang disandera di rumah tahanan negara, dalam rangka penagihan pajak dengan surat paksa, ditandatangani, waktu itu oleh Menkum Ham Yusril Iza Mahendra dan Menkue waktu itu Budiono.

Baca: Istimewanya Pemilik Golongan Darah AB, Hanya 4 Persen dari Penduduk Dunia

Albertus Irwan Tjahjadi Oedi diketahui membuat laporan palsu berupa SPT.

Sedangkan SPT tersebut adalah surat yang oleh Wajib pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajak, objek pajak dan atau bukan objek pajak dan atau harta dan kewajiban, menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Karena menyalahi aturan maka dia dijatuhi hukuman kurungan penjara selama dua tahun. Saat ini statusnya adalah tahanan titipan kejaksaan Negeri Banjarmasin.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved