Berita Kotabaru

Tambah Pelik, Hearing Tidak Ada Hasil, Nasib Ratusan Karyawan PT Sebuku Tak Menentu

Selain 300 orang sudah di rumahkan. Menyusul sebanyak lebih 500 karyawan masih aktif bekerja di PT Sebuku Group

Tambah Pelik, Hearing Tidak Ada Hasil, Nasib Ratusan Karyawan PT Sebuku Tak Menentu
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Ketua Forum Peduli Investasi Kotabaru H Sahiduddin (kanan) menyampaikan pendapat, meminta anggota dewan di DPRD agar serius menyikapi nasin ratusan karyawan terancam PHK. Dampak belum dikeluarkannya izin pinjam pakai kawasan oleh Pemprov Kalsel kepada PT Sebuku Group. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Selain 300 orang sudah di rumahkan. Menyusul sebanyak lebih 500 karyawan masih aktif bekerja di PT Sebuku Group yang notabennya 70 warga lokal, juga terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh pihak manajemen.

Bahkan berdampak terhadap perekonomian masyarakat di Pulau Sebuku yang selama 14 tahun mulai menggeliat, hanya lantaran tidak bisa beroperasinya PT Sebuku Group.

Ratusan karyawan tersisa dan masih aktif, sejak empat bulan lalu hanya menerima upah reguler. Tidak lagi mendapatkan uang lembur, terancam dirumahkan karena buntut belum dikeluarkannya izin pinjam pakai kawasan hutan oleh Pemprov Kalsel.

Baca: Waspadai Air Pasang Tinggi Lebih 1 Meter Saat Gerhana Bulan Supermoon pada 31 Januari Nanti

Baca: Inilah 4 Poin Permenhub 108 yang Ditolak Pengemudi Taksi Online, Nomor 4 Malah Seperti Taksi Umum

Belum dikeluarkannya izin pinjam pakai kawasan, pun memantik beberapa kepala desa, perwakilan serikat pekerja, forum peduli investasi Kotabaru kembali mendatangi kantor DPRD.

Mereka mendesak dewan di DPRD Kotabaru membantu percepatan proses izin pinjam pakai tersebut.

Sayangnya, lanjutan pembahasan persoalan dibahas melalui rapat dengar pendapat yang saat itu juga menghadirkan manejemen PT Sebuku Group atai Sebuku Iron Lateritic Ores (Silo), tidak menemukan titik terang.

Menjadi benang merah tidak adanya kesimpulan hasil hearing berlangsung sekitar 2 jam, karena data dari Dinas Kehutanan Provinsi didapat anggota dewan tindaklanjut hearing pertama pada 8 Januari lalu, tidak sinkron dengan data disampaikan perusahaan dalam hearing hari ini, Senin (29/1/2018).

Baca: Dijemput Sore Pulang Pagi, Janda Cantik Meninggal Usai Berkencan dengan Kapolsek, Begini Kondisinya

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved